Selangkah Lagi, Ilmuwan Inggris Akan Ciptakan Pil Awet Muda
Sabtu, 09 April 2022 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
Teknik yang digunakan Prof Reik berasal dari tahun 1990-an, ketika para peneliti di Roslin Institute mengembangkan metode untuk mengubah sel kelenjar susu dewasa yang diambil dari domba menjadi embrio. Ini mengarah pada penciptaan Dolly si domba kloning.
Tujuan tim Roslin bukanlah untuk membuat klon domba atau bahkan manusia, tetapi menggunakan teknik untuk menciptakan sel punca embrionik manusia. Mereka berharap teknik ini dapat menumbuhkan jaringan tertentu seperti otot, tulang rawan, dan sel saraf untuk menggantikan bagian tubuh yang rusak.
BACA JUGA : Google Play Store Lakukan bersih-bersih, Aplikasi Usang akan Dibuang
Sedangkan tim Prof Reik menggunakan teknik IPS pada sel kulit berusia 53 tahun. Tetapi mereka mempersingkat mandi kimia dari 50 hari menjadi sekitar 12 hari.
Dr Dilgeet Gill terkejut menemukan bahwa sel-sel tersebut tidak berubah menjadi sel induk embrionik - tetapi telah diremajakan menjadi sel-sel kulit yang tampak dan berperilaku seolah-olah mereka berusia 23 tahun.
Namun teknik tersebut tidak bisa langsung dipraktikan ke klinik karena metode IPS meningkatkan risiko kanker. Namun Prof Reik yakin bahwa sekarang diketahui bahwa mungkin untuk meremajakan sel, timnya dapat menemukan metode alternatif yang lebih aman.
Tujuan tim Roslin bukanlah untuk membuat klon domba atau bahkan manusia, tetapi menggunakan teknik untuk menciptakan sel punca embrionik manusia. Mereka berharap teknik ini dapat menumbuhkan jaringan tertentu seperti otot, tulang rawan, dan sel saraf untuk menggantikan bagian tubuh yang rusak.
BACA JUGA : Google Play Store Lakukan bersih-bersih, Aplikasi Usang akan Dibuang
Sedangkan tim Prof Reik menggunakan teknik IPS pada sel kulit berusia 53 tahun. Tetapi mereka mempersingkat mandi kimia dari 50 hari menjadi sekitar 12 hari.
Dr Dilgeet Gill terkejut menemukan bahwa sel-sel tersebut tidak berubah menjadi sel induk embrionik - tetapi telah diremajakan menjadi sel-sel kulit yang tampak dan berperilaku seolah-olah mereka berusia 23 tahun.
Namun teknik tersebut tidak bisa langsung dipraktikan ke klinik karena metode IPS meningkatkan risiko kanker. Namun Prof Reik yakin bahwa sekarang diketahui bahwa mungkin untuk meremajakan sel, timnya dapat menemukan metode alternatif yang lebih aman.
Lihat Juga :