Kelahiran Sang Garuda dari Timur, Taman Nasional Tambora Sambut Kehadiran Anak Elang Flores
Minggu, 03 April 2022 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
“Tentunya hal ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi dunia konservasi. Semoga keberadaan salah satu jenis raptor yang menyandang kategori terancam punah atau Critically Endangered (menurut IUCN) ini semakin terjaga dan bertambah populasinya,” keterangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui akun Facebook yang dikutip SINDOnews, Minggu (3/4/2022).
Elang Flores merupakan salah satu jenis raptor endemik yang dipunyai Indonesia dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus. Elang Flores sebelumnya dianggap sebagai ras Elang Brontok tetapi Gjershaug et al menunjukkan bahwa perbedaan morfologis yang signifikan antara bentuk ini dengan Elang Brontok.
Burung Elang Flores secara fisik tidak terlalu jauh berbeda dengan elang brontok dengan bulu putih di kepala sampai leher dan warna coklat dengan garis putih di ujung sayapnya. Salah satu eksotiseme burung ini biasanya karena memperlihatkan mahkota di atas kepalanya saat bertengger di ranting pohon.
Baca juga; 8 Elang Langka dan Burung Julang Emas Milik Gubernur Aceh Disita BKSDA
![Kelahiran Sang Garuda dari Timur, Taman Nasional Tambora Sambut Kehadiran Anak Elang Flores]()
Dikutip dari laman Indonesia.go.id, saat ini populasinya terancam akibat ulah perburuan yang tinggi, diperkirakan antara 100 hingga 240 individu dewasa. Data Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkannya elang flores sebagai jenis Kritis (Critically Endangered/CR).
Elang Flores merupakan salah satu jenis raptor endemik yang dipunyai Indonesia dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus. Elang Flores sebelumnya dianggap sebagai ras Elang Brontok tetapi Gjershaug et al menunjukkan bahwa perbedaan morfologis yang signifikan antara bentuk ini dengan Elang Brontok.
Burung Elang Flores secara fisik tidak terlalu jauh berbeda dengan elang brontok dengan bulu putih di kepala sampai leher dan warna coklat dengan garis putih di ujung sayapnya. Salah satu eksotiseme burung ini biasanya karena memperlihatkan mahkota di atas kepalanya saat bertengger di ranting pohon.
Baca juga; 8 Elang Langka dan Burung Julang Emas Milik Gubernur Aceh Disita BKSDA

Dikutip dari laman Indonesia.go.id, saat ini populasinya terancam akibat ulah perburuan yang tinggi, diperkirakan antara 100 hingga 240 individu dewasa. Data Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkannya elang flores sebagai jenis Kritis (Critically Endangered/CR).
Lihat Juga :