Google Delete 38 Aplikasi Jahat di Play Store, Buruan Hapus dari Ponsel Anda
Rabu, 17 Juni 2020 - 19:10 WIB
loading...
Aplikasi jahat telah terdeteksi oleh perusahaan keamanan, White Ops. Setelah menemukan masalah, perusahaan melaporkannya ke Google dan menyarankan aplikasi untuk dihapus. Foto/ist
A
A
A
MOUNTAIN VIEW - Google baru-baru ini menghapus puluhan aplikasi Android berbahaya dari Google Play Store setelah menerima laporan pengembangnya telah menyalahgunakan kebijakan privasi. (Baca juga: Cek Ponsel Anda, Game Pokemon GO Tak Lagi Mendukung Android 32-bit )
Organisasi manajemen toko aplikasi semacam Google dan Apple memang memiliki langkah-langkah kontrol kualitas aplikasi yang ketat. Tetapi penerbit memiliki banyak cara untuk memotong sensor keamanan kedua raksasa teknologi tersebut.
Secara khusus, lapor Giz China, setidaknya 38 aplikasi telah diidentifikasi oleh Google memiliki perilaku buruk belakangan ini. Aplikasi-aplikasi ini sering menyerang perangkat pengguna dengan iklan yang tidak relevan.
Perlu disebutkan semua aplikasi tersebut berasal dari satu tim pengembangan. Grup ini telah melewati lapisan sensor Google dengan menonaktifkan fitur iklan berbahaya dalam kode sumber.
Aplikasi jahat telah terdeteksi oleh perusahaan keamanan, White Ops. Setelah menemukan masalah, perusahaan melaporkannya ke Google dan menyarankan aplikasi untuk dihapus.
Organisasi manajemen toko aplikasi semacam Google dan Apple memang memiliki langkah-langkah kontrol kualitas aplikasi yang ketat. Tetapi penerbit memiliki banyak cara untuk memotong sensor keamanan kedua raksasa teknologi tersebut.
Secara khusus, lapor Giz China, setidaknya 38 aplikasi telah diidentifikasi oleh Google memiliki perilaku buruk belakangan ini. Aplikasi-aplikasi ini sering menyerang perangkat pengguna dengan iklan yang tidak relevan.
Perlu disebutkan semua aplikasi tersebut berasal dari satu tim pengembangan. Grup ini telah melewati lapisan sensor Google dengan menonaktifkan fitur iklan berbahaya dalam kode sumber.
Aplikasi jahat telah terdeteksi oleh perusahaan keamanan, White Ops. Setelah menemukan masalah, perusahaan melaporkannya ke Google dan menyarankan aplikasi untuk dihapus.
Lihat Juga :