Antarmuka Otak-Komputer Bantu Pasien Sindrom ALS Berkomunikasi Kembali

Rabu, 23 Maret 2022 - 17:05 WIB
loading...
A A A
Untuk berkomunikasi, orang-orang dalam keadaan terkunci perlu menggunakan perangkat komunikasi bantu dan augmentatif. Banyak dari perangkat ini dikendalikan oleh gerakan mata atau otot wajah apa pun yang masih berfungsi. Misalnya, Stephan Hawking menggunakan perangkat yang memungkinkan dia untuk berkomunikasi dengan menggerakkan otot pipinya.

Tetapi begitu seseorang dengan sindrom ALS kehilangan kemampuan untuk menggerakkan otot-otot ini juga, mereka memasuki "keadaan terkunci sepenuhnya" sehingga tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga, pengasuh, dan seluruh dunia luar. Pasien dalam studi terbaru ini (dikenal sebagai pasien K1) telah kehilangan kemampuan untuk berjalan dan berbicara pada akhir 2015.

Baca juga; Eksoskeleton Cray X, Bantu Pekerja Angkat Beban 30 Kg Seharian Tanpa Bikin Encok

Keluarga pasien K1 menghubungi dua penelitian, yaitu Dr Niels Birbaumer dari Institut Psikologi Medis dan Neurobiologi Perilaku di Universitas Tübingen di Jerman, serta Dr Ujwal Chaudhary dari organisasi nirlaba ALS Voice di Mössingen, Jerman . Mereka membantu mengatur pasien K1 dengan sistem antarmuka otak-komputer non-invasif yang memungkinkan komunikasi dengan sisa gerakan mata yang dimilikinya.

Ketika pasien sudah kehilangan kemampuan untuk menggerakkan matanya, tim peneliti menanamkan perangkat mikroelektroda ke otaknya sebagai bagian dari antarmuka otak-komputer. Sistem ini bekerja dengan menggunakan "neurofeedback auditori", artinya pasien harus "mencocokkan" frekuensi gelombang otaknya dengan nada, kata, atau frasa tertentu.
Antarmuka Otak-Komputer Bantu Pasien Sindrom ALS Berkomunikasi Kembali
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaringan Sistem Komputer...
Jaringan Sistem Komputer Kuantum Diperkenalkan, Ini Kelebihannya
Rahasia di Balik Simbol...
Rahasia di Balik Simbol @ Berasal dari Tahun 1536
Logitech Tuai Kontroversi...
Logitech Tuai Kontroversi dengan Membandingkan Penggunanya dengan Anjing
Bukan Sekadar Pameran...
Bukan Sekadar Pameran PC, Computex 2026 Jadi Arena Perang Infrastruktur AI Global
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 26H1 Diperkenalkan hanya untuk Komputer Chip ARM
NVIDIA Siap Kenalkan...
NVIDIA Siap Kenalkan Kembali GeForce RTX 3060 Akibat Kekurangan RAM
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Rekomendasi
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang dan Promosi Jabatan ke Polda dalam Mutasi Polri Juni 2026, Ini Daftar Namanya
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
Berita Terkini
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Infografis
Cilia Flores, Istri...
Cilia Flores, Istri Maduro yang Disebut Otak di Balik Kebijakan Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved