Mengenal Novichok, Senjata Kimia Buatan Rusia Era Perang Dingin

Rabu, 23 Maret 2022 - 13:50 WIB
loading...
Mengenal Novichok, Senjata...
Tak hanya memiliki serangkaian peralatan militer, kegtika masih bernama Uni Soviet, Rusia memiliki senjata kimia mematikan bernama Novichok. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Kecanggihan ilmu teknologi yang dimiliki Rusia tak perlu diragukan lagi. Negara berjuluk Beruang Merah itu telah membuktikan hal tersebut, salah satunya melalui serangkaian senjata dan peralatan militer yang supercanggih.

Tak hanya memiliki serangkaian peralatan militer, ketika masih bernama Uni Soviet, Rusia diketahui memiliki senjata kimia yang sangat mematikan bernama Novichok yang berarti “Pendatang Baru” dalam bahasa Rusia.

Diberikan nama tersebut karena merupakan racun versi terbaru yang dikenal sebagai “binari”. Racun ini memiliki kelebihan yaitu lebih mudah disembunyikan ketika ada pemeriksaan senjata.

Novichok awalnya dikembangkan oleh Uni Soviet pada 1970 dan 1980-an. Senjata kimia generasi keempat dengan nama kode Foliant ini merupakan racun saraf terkuat yang bisa diberikan dalam bentuk cairan, bubuk, maupun aerosol.

BACA : Pencipta Novichok Sebut Racun Novichok Sebanding dengan Bom Nuklir

Racun ini termasuk dalam kelas senyawa yang disebut inhibitor kolinesterase yang digunakan dalam berbagai macam obat-obatan dan racun. Senyawa racun ini menyerang neutrotransmitter, senyawa kimia tubuh yang memiliki fungsi menyampaikan pesan dari satu sel saraf ke saraf lainnya yang berada di kelenjar, otot, atau bagian tubuh lainnya.

Para Ilmuwan yang terlibat dalam pembuatan Novichok ini menggambarkan bahwa racun tersebut sangat berbahaya dan dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius. Racun ini bisa diatasi dengan bahan kimia atropin dan oksim, namun jika pengobatan berhasil pun korban tetap menderita kerusakan permanen.

Saat terpapar racun, gejala akan muncul dalam rentang waktu tiga puluh detik hingga dua menit. Gejala tersebut bisa meliputi kejang-kejang, kesulitan bernapas, tekanan darah tinggi, penurunan denyut jantung hingga henti jantung atau kematian.

BACA JUGA: Ilmuwan Akan Bangkitkan Kembali Burung Dodo dari Kematian

Melansir laman New York Times, racun ini juga pernah dicurigai dipakai dalam kasus Sergei V Skripal, pensiunan intelijen militer Rusia dan agen ganda untuk Inggris. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di taman pada 4 Maret 2018 bersama putrinya dan menunjukkan gejala akibat racun Novichok.

Badan Intelijen Inggris mengidentifikasi zat tersebut sebagai Novichok dan menuduh Rusia berperan atas kejadian itu. Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah terlibat. Beberapa bulan sebelum kejadian, Putin menyatakan bahwa Rusia telah menghancurkan semua senjata kimianya.

Duta Besar Rusia untuk PBB mengatakan bahwa pekerjaan pengembangan agen racun era Soviet telah dihentikan sejak tahun 1992 dan persediaannya telah hancur pada tahun 2017.

BACA JUGA : Apple Bubarkan Tim Pembuat Mobil Listrik

Pada bulan September 2017, Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengonfirmasi penghancuran total 39.967 metrik ton senjata kimia yang dimiliki Rusia. Namun, melansir laman bbc.com, dalam penghancuran itu Novichoks tidak pernah diumumkan ke OPCW.

Pada Agustus 2020, Alexei Navalny, seorang pemimpin oposisi Rusia, diduga juga diracun dengan racun saraf Novichok ketika hendak terbang ke Siberia. Hal itu diungkapkan oleh pemerintahan Jerman lantaran di tubuhnya terdapat senjata kimia Novichok.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Drone Satpam Presiden...
Drone Satpam Presiden Rusia yang Bikin Israel Mikir Nggak Berani Macam-macam
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Rekomendasi
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Dugaan Aroma Konspirasi...
Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Berita Terkini
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved