Perang dengan Rusia, Ini Rahasia Ukraina Sukses Gunakan Drone Tempur Bikinan Turki

Sabtu, 19 Maret 2022 - 10:06 WIB
loading...
Perang dengan Rusia,...
Penggunaan drone tempur oleh Ukraina memberikan efek signifikan dalam perang melawan Rusia yang sudah berlangsung 3 minggu. Foto/NDTV
A A A
KIEV - Penggunaan drone tempur oleh Ukraina memberikan efek signifikan dalam perang melawan Rusia yang sudah berlangsung 3 minggu. Di balik kesuksesan ini Ukraina ternyata memiliki Satuan Elite Pilot Drone yang disebut Aerorozvidka.

Menurut laporan media online Inggris The Week, strategi kelompok Aerorozvidka telah mengesankan para pejabat militer Barat dengan menggunakan perangkat yang relatif murah dan efektif yaitu drone tempur buatan Turki Bayraktar TB2. Pesawat tak berawak TB2 efektif untuk melakukan serangan udara terhadap tank, truk logistik, dan target lainnya.

Satuan Elite Pilot Drone Aerorozvidka dilaporkan membantu memperlambat gerakan pasukan Rusia yang maju ke wilayah Ukraina. Salah satu taktik jitu yang digunakan Satuan Aerorozvidka menyerang pada malam hari ketika pasukan Rusia tertidur atau istirahat.

“Pasukan Rusia statis ketika malam tiba. Ketakutan mereka terhadap penembakan drone Ukraina memaksa mereka menyembunyikan tank di antara rumah-rumah warga desa,” kata seorang anggota Aerorozvidka kepada Times dikutip SINDOnews dari laman Futurism, Sabtu (19/3/2022).

Baca juga; Makin Mentereng, Drone Tempur Turki-Ukraina Catat Rekor Terbang di Atas 40.000 Kaki

Seorang pilot drone Ukraina lainnya mengatakan, drone tidak mungkin dilihat di malam hari dan dapat mendekati target tanpa menyebabkan kerusakan tambahan. Di sini kekuatan sebenarnya penggunaan drone tempur dalam perang abad ke-21.

Untuk menjalankan operasi ini memerlukan upaya yang cukup besar dan keahlian yang baik. Satuan Elite Pilot Drone Aerorozvidka memiliki 50 pilot drone terlatih untuk menjalankan operasi penyerangan malam.

Bayraktar TB2 memiliki panjang 6,5 meter dan membawa empat amunisi berpemandu laser. Bayraktar dapat terbang selama 27 jam, dengan kecepatan hingga 220 kilometer per jam, dan beroperasi di ketinggian antara 18.000 dan 25.000 kaki.

Baca juga; Rusia Gunakan Drone Tempur Israel, Kehebatannya Bikin Ngeri Ukraina
Perang dengan Rusia, Ini Rahasia Ukraina Sukses Gunakan Drone Tempur Bikinan Turki


Ukraina dikabarkan memiliki sekitar 20 unit drone tempur Bayraktar TB2 dan setidaknya sudah kehilangan satu drone pada hari pertama perang dengan Rusia. “Dua puluh drone tidak cukup untuk mengakhiri pertempuran, bahkan jika mereka sangat efektif," kata Mark Cancian, dari Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington dikutip SINDOnews dari laman NDTV.

Meskipun tidak jelas apakah semua pilot Aerorozvidka menggunakan drone yang sama, kemungkinan mereka juga dapat segera menggunakan drone buatan Amerika Serikat. Apalagi pemerintahan Joe Biden mengumumkan minggu ini bahwa AS akan memasukkan “100 Sistem Udara Tak Berawak Taktis” dalam paket bantuan yang akan datang.
Perang dengan Rusia, Ini Rahasia Ukraina Sukses Gunakan Drone Tempur Bikinan Turki


Menurut NBC, sistem udara tersebut kemungkinan merupakan salah satu dari dua jenis drone yang dikenal sebagai Switchblades, yang dapat mencapai target bermil-mil jauhnya dengan akurasi yang mematikan. Menempatkan Switchblades, yang sebenarnya merupakan bom "kamikaze" sekali pakai, di tangan Aerorozvidka bisa dibilang hanya akan membantu negara mempertahankan diri.

Baca juga; Gawat, Drone Tua Ukraina Nyasar Masuk Ibu Kota Kroasia

Hanya ada satu masalah. Para ahli marah atas penggunaan drone pembunuh serupa oleh Rusia yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memutuskan siapa yang hidup atau mati. Sejauh ini, tidak ada reaksi yang signifikan terhadap AS karena mengirim Switchblades ke Ukraina. Namun, beberapa ahli khawatir tentang kemungkinan memicu perang nuklir.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Raisa Duet dengan Sung...
Raisa Duet dengan Sung Si-kyung Bawakan Lagu 'Heaven Knows'
Argentina di Ambang...
Argentina di Ambang Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved