2 Jam Sebelum Asteroid Hantam Islandia, Astronom Mampu Memprediksi Jalur dan Lokasi Jatuhnya

Kamis, 17 Maret 2022 - 16:20 WIB
loading...
2 Jam Sebelum Asteroid...
Para astronom saat ini sudah mampu memprediksi jalur dan lokasi jatuhnya asteroid yang akan menghantam Bumi. Foto/Newatlas
A A A
RYKJAVIK - Para astronom saat ini sudah mampu memprediksi jalur dan lokasi jatuhnya asteroid yang akan menghantam Bumi. Kemampuan ini ditunjukkan 2 jam sebelum asteroid 2022 EB5 memasuki atmosfer Bumi pada Jumat 11 Maret 2022 sekitar pukul 19:30 GMT.

Para astronom melalui penghitungan yang kompleks bisa mengetahui persis kapan dan di mana batu ruang angkasa itu akan menghantam. Pertama kali seorang astronom melihat sebuah asteroid meluncur menuju Bumi dengan kecepatan diperkirakan 39.600 mil per jam atau 63.700 km per jam.

Organisasi Meteor Internasional melaporkan pada pukul 21:30, asteroid yang dijuluki “2022 EB5,” memasuki atmosfer Bumi. Asteroid itu hancur di atas pulau Jan Mayen dekat Islandia, kemudian serpihannya kemungkinan besar jatuh ke Samudra Arktik.

Baca juga; Heboh Asteroid Apophis, Inilah 10 Asteroid yang Mengancam Bumi di Tahun 2020

Krisztián Sárneczky, astronom yang pertama kali melihat asteroid EB5, berada di Stasiun Gunung Piszkéstet? Observatorium Konkoly dekat Budapest, Hongaria.Dia segera melaporkan penemuannya tentang objek misterius yang meluncur menuju Bumi ke Pusat Planet Kecil International Astronomical Union, dan para astronom mengidentifikasinya sebagai asteroid dekat Bumi.

“Hanya 30 menit setelah penemuan, data menunjukkan bahwa batu ruang angkasa itu hanya berjarak dua jam dari tabrakan dengan atmosfer Bumi. Penampakan itu segera menjadi jauh lebih menarik," tulis Chelsea Gohd untuk Space.com dikutip SINDOnews, Kamis (17/3/2022).

Tak lama setelah pengamatan dan laporan Sárneczky, NASA mulai menghitung lintasan asteroid EB5 yang menuju Bumi menggunakan Near-Earth Asteroid Scout atau NEA Scout, pesawat ruang angkasa mini yang dikenal sebagai CubeSat. Diketahui steroid segera menghantam Bumi.

NEA Scout langsng memberi tahu Center for Near Earth Objects (CNEOS) NASA dan Kantor Koordinasi Pertahanan Planetnya, yang mengelola misi defleksi asteroid yang disebut DART. Hanya dalam waktu 40 menit, NEA Scout dan tim ilmuwannya dapat memprediksi waktu dan lokasi tumbukan asteroid EB5 dengan tepat.
2 Jam Sebelum Asteroid Hantam Islandia, Astronom Mampu Memprediksi Jalur dan Lokasi Jatuhnya


Asteroid EB5 2022 yang meluncur ke Bumi mungkin telah menyebabkan efek bintang jatuh yang cemerlang, tetapi tidak ada pengamatan warga yang dilaporkan. Sedangkan serpihan asteroid yang hancur dipastikan terbakar atau jatuh ke Samudra Arktik. “Jadi kecil kemungkinan potongan asteroid tersebut ditemuan,” tulis astronom Eric Mack untuk Forbes.

Baca juga; Waspada, 25.000 Asteroid Berbahaya Diperkirakan Mengancam Bumi

Asteroid seperti 2022 EB5 tidak cukup besar, dengan lebar sekitar 10 kaki atau 3 meter, sehingga tidak berbahaya bagi Bumi. Direktur CNEOS Paul Chodas mengatakan, meskipun berukuran kecil asteroid cukup mempengarhi atmosfer.

“Namun, sangat sedikit dari asteroid ini yang benar-benar terdeteksi di luar angkasa dan diamati secara ekstensif sebelum tumbukan,” kata Chodas. Asteroid 2022 EB5 milik asteroid Apollo, dinilai NASA berpotensiberbahaya karena kerap meluncur ke Bumi.

Asteroid 1862 Apollo, ditemukan oleh astronom Jerman Karl Reinmuth 90 tahun yang lalu, membutuhkan waktu kurang dari dua tahun untuk mengorbit Matahari. Asteroid 2022 EB5, kini bergabung dengan klub kosmik eksklusif asteroid, yaitu 2008 TC3, 2014 AA, 2018 LA, dan 2019 MO, yang jalur tabrakannya dengan Bumi ditemukan sebelum bersentuhan dengan atmosfer.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Ka’bah pada 27-28 Mei, Kemenag Ajak Cek Arah Kiblat
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Rekomendasi
Portugal vs Uzbekistan:...
Portugal vs Uzbekistan: Saatnya Ronaldo Menjawab Keraguan
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Berita Terkini
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved