Arkeolog Pastikan Material Belati Firaun Bukan Berasal dari Bumi

Senin, 07 Maret 2022 - 17:07 WIB
loading...
Arkeolog Pastikan Material...
Belati dengan gagang emas yang ditemukan di makam Raja Tut mengejutkan para arkeolog karena material yang digunakan bukan berasal dari bumi. Foto/dok
A A A
KAIRO - Belati dengan gagang emas yang ditemukan di makam Raja Tut mengejutkan para arkeolog karena material yang digunakan bukan berasal dari bumi. Sekarang, dua studi baru melukiskan gambaran yang saling bertentangan tentang asal usul belati misterius yang pernah digunakan Firaun Mesir.

Dikutip dari Lives Science, Senin (7/3/2022), salah satu penelitian tentang belati itu menyebutkan kalau material yang digunakan berasal dari meteor dan ditempa oleh pandai besi kuno di Kota Anatolia yang sekarang menjadi Turki.

Sementara penelitian lain menunjukkan asal-usul material tersebut masih menjadi misteri. Karena ketika Raja Tutankhamun memerintah dari tahun 1333 SM hingga 1323 SM, teknik peleburan besi belum ditemukan. Ini artinya logam adalah komoditas langka dan berharga yang sering berasal dari meteor.

BACA: Horor, Seprai Berusia 300 Tahun Disulam Pakai Rambut dari Kepala yang Dipenggal

Dalam salah satu studi terbaru yang diterbitkan 11 Februari 2022 di jurnal Meteoritics & Planetary Science, para peneliti menggambarkan bagaimana perekat yang digunakan pada gagang emas belati kemungkinan terbuat dari plester kapur. "Plester kapur ini tidak banyak digunakan di Mesir pada waktu itu," tulis para peneliti.

Selain itu, catatan sejarah yang ditemukan di situs Amarna, di Mesir, menunjukkan bahwa Tushratta, raja Mitanni di Anatolia, menghadiahkan setidaknya satu belati besi kepada Amenhotep III yang memerintah dari sekitar 1390 SM hingga 1352 SM.

Tim juga menemukan bahwa pisau dibuat dengan penempaan panas suhu rendah kurang dari 950 derajat celcius. Karena mineral yang disebut troilite dan formasi kristal besi-nikel masih terlihat pada belati, tulis para peneliti dalam artikel jurnal.

Sedangkan peneliti lain yang tulisannyanya di terbitkan dalam buku berjudul "Iron from Tutankhamun's Tomb" memberikan pandangan yang berbeda. Mereka berpendapat, saat ini tidak mungkin untuk sampai pada kesimpulan mengenai asal usul belati Firaun tersebut.

BACA JUGA: Perang Terus Berlanjut, Spotify Tutup Kantor di Rusia

Penulis penelitian tersebut mencatat bahwa batu kristal dari gagang pisau itu mirip dengan artefak yang banyak digunakan di daerah Aegean. Sedangkan bentuk gagang itu menunjukkan kalau belati ini bukan buatan Mesir.

Live Science menghubungi beberapa arkeolog untuk mengungkap misteri belati Firaun tersebut.

Albert Jambon, seorang peneliti di Universitas Sorbonne di Prancis tidak yakin dengan pendapat bahwa pembuatan pisau itu dilakukan di Anatolia.

Jambon membantah klaim bahwa plester kapur digunakan sebagai perekat. Dia mencatat bahwa pada 1920-an, bubuk batu kapur digunakan untuk membersihkan beberapa artefak Tutankhamun .

Tes kimia yang digunakan dalam penelitian ini mendeteksi larutan pembersih itu bukan perekat. Selain itu, pegangan dan bilahnya adalah dua bagian yang terpisah dan bisa saja diproduksi di tempat yang berbeda, kata Jambon dalam sebuah email.

BACA JUGA: Taksi Otonom Rusia Berhenti Beroperasi di Amerika Serikat

Sementara itu, Marian Feldman, W.H. Collins Vickers ketua arkeologi di Universitas Johns Hopkins, mengatakan bahwa jika belati itu diproduksi di Anatolia benar akan menjadi konfirmasi penting.

"Itu bisa menguatkan pendapat bahwa beberapa benda mewah yang ditemukan di makam Tutankhamen adalah hadiah diplomatik dari kerajaan kuno lain," tulis Feldman melalui email. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, tambah Feldman.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bikin Teler Parah, Narkoba...
Bikin Teler Parah, Narkoba Zaman Firaun Ditemukan
Ilmuwan Selalu Mencium...
Ilmuwan Selalu Mencium Mumi Mesir Kuno, Ini Alasannya
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Asal-usul Kawat Gigi...
Asal-usul Kawat Gigi Ternyata Berasal dari Zaman Firaun, Ini Buktinya
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Israel Terus Bombardir...
Israel Terus Bombardir Gaza, Mesir Marah Besar!
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved