Jepang Punya Jenglot Berusia 3.000 Tahun, Peneliti Penasaran Ungkap Misterinya
Sabtu, 05 Maret 2022 - 14:04 WIB
loading...
Jenglot Putri Duyung yang berada di Jepang. FOTO/ DAILY
A
A
A
TOKYO - Sekelompok ilmuwan Jepang akan memulai meneliti DNA mumi putri duyung atau di Indonesia disebut dengan jenglot. Usia jenglot ini diperkirakan 3.000 tahun dan sangat terkenal dengan aura mistisnya.
Seperti dilansir dari Daily Star, Sabtu (5/3/3022), mumi atau jenglot misterius ini memiliki panjang 30 sentimeter, dengan ekor dan tangan terangkat serta wajah dengan mimik berteriak.
BACA JUGA - Dua Universitas Ternama AS Pecahkan Misteri Jenglot
Mumi tersebut telah diawetkan dan disimpan di sebuah kuil di prefektur Okayama, di bagian selatan pulau Honshu Jepang, tetapi sampai sekarang asal-usul pastinya masih belum diketahui.
Jenglot tersebut memiliki kuku dan gigi, rambut serta sisik di tubuh bagian bawahnya, bahkan telah di CT scan di rumah sakit hewan Universitas Sains dan Seni Kurashiki.
Media Jepang Asahi Shimbun mengatakan di dalam kotak terdapat catatan yang menyebut bahwa mumi itu ditemukan saat nelayan menjaring ikan di Samudra Pasifik pada tahun 1736 dan 1741.
![Jepang Punya Jenglot Berusia 3.000 Tahun, Peneliti Penasaran Ungkap Misterinya]()
“Putri duyung kering” dikatakan telah disimpan oleh sebuah keluarga dan kemudian diserahkan ke sebuah kuil, yang memajangnya selama empat dekade.
Seperti dilansir dari Daily Star, Sabtu (5/3/3022), mumi atau jenglot misterius ini memiliki panjang 30 sentimeter, dengan ekor dan tangan terangkat serta wajah dengan mimik berteriak.
BACA JUGA - Dua Universitas Ternama AS Pecahkan Misteri Jenglot
Mumi tersebut telah diawetkan dan disimpan di sebuah kuil di prefektur Okayama, di bagian selatan pulau Honshu Jepang, tetapi sampai sekarang asal-usul pastinya masih belum diketahui.
Jenglot tersebut memiliki kuku dan gigi, rambut serta sisik di tubuh bagian bawahnya, bahkan telah di CT scan di rumah sakit hewan Universitas Sains dan Seni Kurashiki.
Media Jepang Asahi Shimbun mengatakan di dalam kotak terdapat catatan yang menyebut bahwa mumi itu ditemukan saat nelayan menjaring ikan di Samudra Pasifik pada tahun 1736 dan 1741.

“Putri duyung kering” dikatakan telah disimpan oleh sebuah keluarga dan kemudian diserahkan ke sebuah kuil, yang memajangnya selama empat dekade.
Lihat Juga :