China Beberkan Fakta Sebenarnya Tentang Roket yang Akan Menghantam Bulan
Rabu, 23 Februari 2022 - 05:29 WIB
loading...
China membeberkan fakta sebenarnya tentang roket yang meluncur ke arah dan akan menabrak Bulan pada 4 Maret 2022. Foto/Space.com/China Aerospace Science and Technology Corporation
A
A
A
BEIJING - China membeberkan fakta sebenarnya tentang roket yang meluncur ke arah dan akan menabrak Bulan pada 4 Maret 2022. Tuduhan yang menyebutkan roket tersebut berasal dari misi Chang'e 5-T1 ternyata tidak benar.
China mengatakan bagian dari roket yang menuju bulan bukan dari misi ke Bulan Chang’e-5 T1 yang diluncurkan pada 2014. Sebab, misi Chang'e-5 T1 'benar-benar terbakar' di atmosfer Bumi tak lama setelah peluncuran.
“Menurut pemantauan China, bagian atas roket yang terkait dengan misi Chang'e-5 masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar habis,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin pada Senin 21 Februari 2022 melalui situs web pemerintah China.
Baca juga; Roketnya Dituding Akan Tabrak Bulan, Ini Pengakuan Pemerintah China
China menambahkan bahwa pelacakan data dari Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 Angkatan Luar Angkasa AS menunjukkan bahwa tahap roket China memang memasuki kembali atmosfer pada Oktober 2015. Wang menegaskan, jadi roket yang akan menghantam Bulan pada 4 Maret bukan dari salah satu misi luar angkasa China.
Beberapa pengamatan independen menunjukkan bahwa roket tersebut berasal dari misi Chang'e 5-T1 pada tahun 2014. Menyusul kesalahan identifikasi yang mengatakan bahwa roket tersebut adalah bagian dari roket SpaceX Falcon 9 yang meluncurkan satelit Deep Space Climate Observatory pada Februari 2015.
Namun pejabat di Kementerian Luar Negeri China membantah, dengan alasan roket untuk misi Chang'e-5-T1 hancur tak lama setelah peluncuran. Bantahan China ini menggambarkan sulitnya melacak objek di luar angkasa setelah peluncuran, dan temuan terbaru dari Space Force bukannya tanpa kontroversi.
China mengatakan bagian dari roket yang menuju bulan bukan dari misi ke Bulan Chang’e-5 T1 yang diluncurkan pada 2014. Sebab, misi Chang'e-5 T1 'benar-benar terbakar' di atmosfer Bumi tak lama setelah peluncuran.
“Menurut pemantauan China, bagian atas roket yang terkait dengan misi Chang'e-5 masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar habis,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin pada Senin 21 Februari 2022 melalui situs web pemerintah China.
Baca juga; Roketnya Dituding Akan Tabrak Bulan, Ini Pengakuan Pemerintah China
China menambahkan bahwa pelacakan data dari Skuadron Kontrol Luar Angkasa ke-18 Angkatan Luar Angkasa AS menunjukkan bahwa tahap roket China memang memasuki kembali atmosfer pada Oktober 2015. Wang menegaskan, jadi roket yang akan menghantam Bulan pada 4 Maret bukan dari salah satu misi luar angkasa China.
Beberapa pengamatan independen menunjukkan bahwa roket tersebut berasal dari misi Chang'e 5-T1 pada tahun 2014. Menyusul kesalahan identifikasi yang mengatakan bahwa roket tersebut adalah bagian dari roket SpaceX Falcon 9 yang meluncurkan satelit Deep Space Climate Observatory pada Februari 2015.
Namun pejabat di Kementerian Luar Negeri China membantah, dengan alasan roket untuk misi Chang'e-5-T1 hancur tak lama setelah peluncuran. Bantahan China ini menggambarkan sulitnya melacak objek di luar angkasa setelah peluncuran, dan temuan terbaru dari Space Force bukannya tanpa kontroversi.
Lihat Juga :