PBB Tuduh Korut Untung Telak dari Melakukan Serangan Siber
Senin, 07 Februari 2022 - 15:28 WIB
loading...
Ilustrasi Serangan Hacker dari berbagai negara. FOTO/ IST
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara dituduh menghasilkan pendapatan melalui hasil serangan dunia maya dengan meretas beberapa situs web lama termasuk yang melibatkan mata uang kripto. Tuduhan itu dibuat melalui kutipan dalam laporan rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seperti dilansir dari Reuters Senin (7/2/2022), laporan tahunan yang dikeluarkan oleh tim pemantau itu diserahkan kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB Korea Utara.
BACA JUGA - Fasilitas Minyak Eropa Kena Serangan Siber, Ada Hubungan Apa dengan Konflik Rusia-Ukraina?
Menurut tim pemantau, serangan siber yang terutama melibatkan aset cryptocurrency tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi Korea Utara.
Bahkan, ia juga menerima informasi bahwa peretas Korea Utara terus menargetkan lembaga keuangan, perusahaan, dan pertukaran mata uang kripto.
"Menurut negara anggota, peretas siber Korea Utara mencuri lebih dari USD50 juta antara tahun 2020 dan pertengahan 2021 dari setidaknya tiga bursa mata uang kripto di Amerika Utara, Eropa, dan Asia," kata laporan itu.
Tim pemantau juga mengutip sebuah laporan oleh perusahaan keamanan siber Chainalysis yang mengklaim Korea Utara meluncurkan setidaknya tujuh serangan pada platform cryptocurrency yang meraih hampir USD 400 juta aset digital tahun lalu.
Seperti dilansir dari Reuters Senin (7/2/2022), laporan tahunan yang dikeluarkan oleh tim pemantau itu diserahkan kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB Korea Utara.
BACA JUGA - Fasilitas Minyak Eropa Kena Serangan Siber, Ada Hubungan Apa dengan Konflik Rusia-Ukraina?
Menurut tim pemantau, serangan siber yang terutama melibatkan aset cryptocurrency tetap menjadi sumber pendapatan penting bagi Korea Utara.
Bahkan, ia juga menerima informasi bahwa peretas Korea Utara terus menargetkan lembaga keuangan, perusahaan, dan pertukaran mata uang kripto.
"Menurut negara anggota, peretas siber Korea Utara mencuri lebih dari USD50 juta antara tahun 2020 dan pertengahan 2021 dari setidaknya tiga bursa mata uang kripto di Amerika Utara, Eropa, dan Asia," kata laporan itu.
Tim pemantau juga mengutip sebuah laporan oleh perusahaan keamanan siber Chainalysis yang mengklaim Korea Utara meluncurkan setidaknya tujuh serangan pada platform cryptocurrency yang meraih hampir USD 400 juta aset digital tahun lalu.
Lihat Juga :