Dibeli The New York Times Permainan Viral Wordle Tetap Gratis Buat Pengguna

Rabu, 02 Februari 2022 - 08:58 WIB
loading...
Dibeli The New York Times Permainan Viral Wordle Tetap Gratis Buat Pengguna
Pengguna Wordle kini mencapai 2,7 juta orang dalam waktu yang sangat singkat. Foto/IST
A A A
AMERIKA SERIKAT - Permainan tebak-tebakan kata, Wordle dibeli oleh The New York Times . Mereka komit menggratiskan game itu buat pengguna lama maupun baru.

The New York Times dalam situs resmi mereka menyebutkan permainan Wordle merupakan aset penting buat masyarakat Amerika. Wordle memiliki fungsi yang mencerdaskan seperti permainan kata-kata lain yang populer di Amerika Serikat yaitu Teka Teki Silang dan Spelling Bee.

"Pembelian Wordle, yang diumumkan Senin (31/1/2022) lalu menunjukkan pentingnya mengembangkan permainan seperti Teka teki Silang dan Spelling Bee," tulis The New York Times.

Media ternama di Amerika Serikat itu memang tidak menyebutkan jumlah dana yang mereka keluarkan untuk membeli permainan itu dari Josh Wardle. Mereka mengungkapkan total pembelian yang dilakukan ada di bawah tujuh angka atau di bawah USD1 juta.

Wordle saat ini memang jadi fenomena tersendiri di dunia permainan. Pertama kali rilis pada Oktober 2021 di dunia melalui webpage, Wordle justru cuma punya 90 pengguna per 1 November tahun lalu.

Baca juga : Aston Martin Hadirkan SUV Terkuat di Dunia, Tenaga Capai 697 Daya Kuda

Dibeli The New York Times Permainan Viral Wordle Tetap Gratis Buat Pengguna


Hanya saja setelah semakin dikenal, pengguna Wordle langsung meningkat pesat. Saat ini jumlah pengguna menurut The New York Times mencapai 2,7 juta orang.

Permainan Wordle memang sangat sederhana dan tidak merepotkan. Di Wordle , pemain diwajibkan untuk menebak sebuah kata rahasia yang terdiri dari 5 huruf.

Pemain memliki 6 kali percobaan untuk menebak kata tersembunyi tersebut. Setiap kali pemain menuliskan tebakan, mereka akan diberi petunjuk huruf mana saja dalam tebakan tersebut yang termasuk dalam komponen kata rahasia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1479 seconds (10.55#12.26)