Setelah 4 Kali Ditunda, SpaceX Falcon 9 Sukses Luncurkan Satelit Cuaca Milik Italia
Selasa, 01 Februari 2022 - 14:57 WIB
loading...
Setelah empat hari mengalami penundaan, SpaceX akhirnya sukses meluncurkan roket Falcon 9 yang membawa satelit milik Italia ke luar angkasa. Foto/Spaceflightinsider
A
A
A
FLORIDA - Setelah empat hari mengalami penundaan, SpaceX akhirnya sukses meluncurkan roket Falcon 9 yang membawa satelit cuaca milik Italia ke luar angkasa. Peluncuran dilakukan dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station di Florida, 31 Januari 2022 pukul 18.11 waktu setempat.
Roket Falcon 9 membawa muatan satelit COSMO-SkyMed generasi kedua milik Italia (CSG-2). Satelit itu dikirim pada lintasan selatan ke orbit sinkron Matahari dan dikerahkan sekitar satu jam setelah lepas landas.
SpaceX awalnya mencoba melakukan peluncuran 27 Januari 2022, namun cuaca sangat buruk sehingga pengisian tangki pendorong roket tidak dilakukan. Pada 28 Januari, hitungan mundur sudah dilakukan beberapa menit sebelum peluncuran, tetapi awan tebal membuat peluncuran dibatalkan.
Pada 29 Januari, angin terlalu kencang dan diperkirakan tidak akan mereda sebelum lepas landas. Jadi upaya peluncuran itu dibatalkan beberapa jam sebelumnya. Kemudian, pada 30 Januari, cuaca sangat sempurna, namun terjadi pelanggaran jangkauan zona bahaya kapal pesiar yang keluar dari Port Canaveral, sehingga peluncuran dibatalkan kembali.
Baca juga; 4 Hari Berturut-Turut, SpaceX Kembali Tunda Peluncuran Satelit Italia
Dikutip SINDOnews dari laman Spaceflightinsider, Selasa (1/2/2022), satelit CGS-2 memiliki berat 2.200 kilogram (4.900 pon) dan merupakan satelit observasi Bumi milik Italia dengan instrumen yang ditingkatkan. Salah satunya adalah Synthetic Aperture Radar terbesar untuk citra resolusi lebih tinggi termasuk mode terpolarisasi tunggal atau ganda.
Pembaruan peralatan ilmiah yang signifikan ini diharapkan memungkinkan citra radar di sebagian besar kondisi cuaca apa pun di Bumi. Perubahan pada peralatan perangkat keras terpasang juga akan membuka jalan bagi data yang lebih efisien kepada pelanggan melalui mekanisme Penanganan dan Transmisi Data Payload, PDHT, dengan memungkinkan dua kali lipat laju transmisi dan kapasitas penyimpanan bagi pengguna.
Roket Falcon 9 membawa muatan satelit COSMO-SkyMed generasi kedua milik Italia (CSG-2). Satelit itu dikirim pada lintasan selatan ke orbit sinkron Matahari dan dikerahkan sekitar satu jam setelah lepas landas.
SpaceX awalnya mencoba melakukan peluncuran 27 Januari 2022, namun cuaca sangat buruk sehingga pengisian tangki pendorong roket tidak dilakukan. Pada 28 Januari, hitungan mundur sudah dilakukan beberapa menit sebelum peluncuran, tetapi awan tebal membuat peluncuran dibatalkan.
Pada 29 Januari, angin terlalu kencang dan diperkirakan tidak akan mereda sebelum lepas landas. Jadi upaya peluncuran itu dibatalkan beberapa jam sebelumnya. Kemudian, pada 30 Januari, cuaca sangat sempurna, namun terjadi pelanggaran jangkauan zona bahaya kapal pesiar yang keluar dari Port Canaveral, sehingga peluncuran dibatalkan kembali.
Baca juga; 4 Hari Berturut-Turut, SpaceX Kembali Tunda Peluncuran Satelit Italia
Dikutip SINDOnews dari laman Spaceflightinsider, Selasa (1/2/2022), satelit CGS-2 memiliki berat 2.200 kilogram (4.900 pon) dan merupakan satelit observasi Bumi milik Italia dengan instrumen yang ditingkatkan. Salah satunya adalah Synthetic Aperture Radar terbesar untuk citra resolusi lebih tinggi termasuk mode terpolarisasi tunggal atau ganda.
Pembaruan peralatan ilmiah yang signifikan ini diharapkan memungkinkan citra radar di sebagian besar kondisi cuaca apa pun di Bumi. Perubahan pada peralatan perangkat keras terpasang juga akan membuka jalan bagi data yang lebih efisien kepada pelanggan melalui mekanisme Penanganan dan Transmisi Data Payload, PDHT, dengan memungkinkan dua kali lipat laju transmisi dan kapasitas penyimpanan bagi pengguna.
Lihat Juga :