Serangan Siber Sudah Dimulai, Jaringan Kereta Api Belarusia Lumpuh Bikin Pasukan Rusia Tersendat
Minggu, 30 Januari 2022 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Serangan siber terjadi saat ratusan kereta yang diisi dengan peralatan dan personel militer Rusia telah tiba di Belarus sebagai bagian dari latihan militer cepat. Reuters melaporkan bahwa sejumlah besar perangkat keras Rusia, termasuk 12 pesawat tempur Su-35, dua divisi sistem rudal permukaan-ke-udara S-400, dan satu divisi sistem pertahanan udara Pantsir-S, telah tiba di Belarus dari jauh ke timur.
Baca juga; Kulit Anti-Radar Pesawat F-35C Berkarat, Diduga Kelamaan Beroperasi di Tengah Laut
Selain perangkat keras, seorang analis militer Polandia yang dikutip oleh Reuters memperkirakan, dari tujuh hingga sepuluh kelompok persenjataan taktis batalion Rusia terdiri dari 700 hingga 900 tentara dikirim bersama peralatan perang menggunakan kereta ke Belarus. Meskipun sekelompok pekerja kereta api Belarusia mengatakan angka itu jauh lebih tinggi.
Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS) memperingatkan bahwa Rusia juga memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai serangan siber terhadap berbagai fasilitas milik AS. Mulai serangan penolakan layanan di situs web hingga mengganggu infrastruktur penting seperti jaringan listrik.
“Kami menilai bahwa Rusia akan mempertimbangkan untuk memulai serangan siber, jika AS atau NATO menanggapi kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina mengancam keamanan nasional jangka panjangnya,” kata DHS dalam buletin intelijen pada 23 Januari 2022.
Baca juga; Kulit Anti-Radar Pesawat F-35C Berkarat, Diduga Kelamaan Beroperasi di Tengah Laut
Selain perangkat keras, seorang analis militer Polandia yang dikutip oleh Reuters memperkirakan, dari tujuh hingga sepuluh kelompok persenjataan taktis batalion Rusia terdiri dari 700 hingga 900 tentara dikirim bersama peralatan perang menggunakan kereta ke Belarus. Meskipun sekelompok pekerja kereta api Belarusia mengatakan angka itu jauh lebih tinggi.
Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (Department of Homeland Security/DHS) memperingatkan bahwa Rusia juga memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai serangan siber terhadap berbagai fasilitas milik AS. Mulai serangan penolakan layanan di situs web hingga mengganggu infrastruktur penting seperti jaringan listrik.
“Kami menilai bahwa Rusia akan mempertimbangkan untuk memulai serangan siber, jika AS atau NATO menanggapi kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina mengancam keamanan nasional jangka panjangnya,” kata DHS dalam buletin intelijen pada 23 Januari 2022.
(wib)
Lihat Juga :