Begini Penampakan Situs Makam Jepang Kuno dari Satelit, Berbentuk Lubang Kunci
Kamis, 20 Januari 2022 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Perlindungan secara luas juga dilakukan dengan memasang pagar di situs makam kuno dan tidak diizinkan untuk masuk. Karena alasan ini, tidak mungkin mendapatkan pengukuran dan orientasi langsung yang akurat. Untuk itu, sejumlah peneliti menggunakan citra satelit resolusi tinggi, yang memberikan alat sederhana namun sangat kuat untuk penyelidikan penginderaan jauh.
Inilah yang dilakukan oleh Norma Baratta, Arianna Picotti dan Giulio Magli dari Politecnico di Milano. Penggunaan citra satelit ber tujuan memperdalam pengetahuan tentang hubungan antara monumen-monumen yang mempesona ini dengan lanskap yang terhubung dengan langit.
Apalagi pulau-pulau di Jepang dipenuhi dengan ratusan gundukan kuburan kuno, yang terbesar berbentuk lubang kunci dan disebut Kofun. Tim melakukan pengukuran lebih dari 100 Kofun dan sampai pada kesimpulan yang menarik. (Baca juga; Arkeolog Temukan Kuburan Kuno Dinasti Ming, Ruang Pemakaman Penuh Mural dan Koin Perunggu )
Hasilnya—yang baru saja diterbitkan dalam jurnal ilmiah "Remote Sensing"—menunjukkan hubungan yang kuat antara koridor pintu masuk Kofun dan busur di langit tempat Matahari. Bulan terlihat setiap hari sepanjang tahun, dan menunjukkan orientasi Kofun berbentuk lubang kunci terbesar ke busur Matahari terbit/bersinar.
Secara khusus, Daisen Kofun berorientasi ke arah Matahari terbit pada titik balik matahari musim dingin. Orientasi makam kekaisaran terhadap Matahari tidak terjadi secara kebetulan: melainkan sepenuhnya sesuai dengan tradisi kekaisaran Jepang. Memang, asal mitos dinasti Kaisar Jepang menganggap mereka sebagai keturunan langsung dari Dewi Matahari Amaterasu.
Inilah yang dilakukan oleh Norma Baratta, Arianna Picotti dan Giulio Magli dari Politecnico di Milano. Penggunaan citra satelit ber tujuan memperdalam pengetahuan tentang hubungan antara monumen-monumen yang mempesona ini dengan lanskap yang terhubung dengan langit.
Apalagi pulau-pulau di Jepang dipenuhi dengan ratusan gundukan kuburan kuno, yang terbesar berbentuk lubang kunci dan disebut Kofun. Tim melakukan pengukuran lebih dari 100 Kofun dan sampai pada kesimpulan yang menarik. (Baca juga; Arkeolog Temukan Kuburan Kuno Dinasti Ming, Ruang Pemakaman Penuh Mural dan Koin Perunggu )
Hasilnya—yang baru saja diterbitkan dalam jurnal ilmiah "Remote Sensing"—menunjukkan hubungan yang kuat antara koridor pintu masuk Kofun dan busur di langit tempat Matahari. Bulan terlihat setiap hari sepanjang tahun, dan menunjukkan orientasi Kofun berbentuk lubang kunci terbesar ke busur Matahari terbit/bersinar.
Secara khusus, Daisen Kofun berorientasi ke arah Matahari terbit pada titik balik matahari musim dingin. Orientasi makam kekaisaran terhadap Matahari tidak terjadi secara kebetulan: melainkan sepenuhnya sesuai dengan tradisi kekaisaran Jepang. Memang, asal mitos dinasti Kaisar Jepang menganggap mereka sebagai keturunan langsung dari Dewi Matahari Amaterasu.
(wib)
Lihat Juga :