Dua Kali Melancong ke Luar Angkasa, Simonyi Tak Pernah Bosan
Rabu, 05 Januari 2022 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Termasuk di tahun 1966, disaat teknologi pemograman masih tabu. Simonyi telah mendapatkan kontrak dari Denmark A/S Regnecentralen yang membuat pindah ke Amerika di tahun 1968. Disanalah ia kemudian kuliah di Universitas Berkeley, California serta melanjutkannya ke University of Standford.
BACA JUGA: YouTube Tidak Bisa Dibuka, Begini Cara Mengatasinya
Setelahnya, ia kembali dikontrak oleh Xerox PARC. Disanalah ia berhasil menimba ilmu dari para programer terkenal dunia.
Bakat lantas tercium oleh Bill Gates yang merekrutnya di tahun 1981 untuk mengembangkan Microsoft. Tugasnya, mengatur dan mengawasi perkembangan produk aplikasi perkantoran yang saat ini kita kenal Microsoft Word dan Excel.
Sekian lama bekerja di Microsoft, ia memutuskan berhenti dan mendirikan perusahaan di bidang Intentional Software. Perusahaan ini bergerak dibidang konsep Intentional Programming.
Lepas dari itu, apa yang dilakukan Simonyi saat di Microsoft telah memberikan pencerahan kepada dunia komputerisasi. Tanpa idenya, tak mungkin Word dan Excel berkembang hingga kini.
BACA JUGA: YouTube Tidak Bisa Dibuka, Begini Cara Mengatasinya
Setelahnya, ia kembali dikontrak oleh Xerox PARC. Disanalah ia berhasil menimba ilmu dari para programer terkenal dunia.
Bakat lantas tercium oleh Bill Gates yang merekrutnya di tahun 1981 untuk mengembangkan Microsoft. Tugasnya, mengatur dan mengawasi perkembangan produk aplikasi perkantoran yang saat ini kita kenal Microsoft Word dan Excel.
Sekian lama bekerja di Microsoft, ia memutuskan berhenti dan mendirikan perusahaan di bidang Intentional Software. Perusahaan ini bergerak dibidang konsep Intentional Programming.
Lepas dari itu, apa yang dilakukan Simonyi saat di Microsoft telah memberikan pencerahan kepada dunia komputerisasi. Tanpa idenya, tak mungkin Word dan Excel berkembang hingga kini.
(ysw)
Lihat Juga :