Piramida Mesir Dibangun dari Susunan 2,3 Juta Blok Batu Granit

Rabu, 29 Desember 2021 - 17:20 WIB
loading...
Piramida Mesir Dibangun...
Piramida Agung Giza adalah salah satu keajaiban dunia dengan struktur bangunan yang bagus. Struktur besar dibangun sekitar 4.500 tahun yang lalu, dari potongan batu granit besar. Foto/history
A A A
PIRAMIDA Mesir termasuk salah satu keajaiban dunia yang menarik. Apalagi Mesir memiliki lebih dari 100 piramida kuno yang menjulang di tengah gurun pasir dan di sekitar Sungai Nil. Piramida pertama yang paling tua dibangun pada masa pemerintahan Firaun Djoser sekitar tahun 2630-2611 SM sampai piramida terakhir yang memiliki permukaan yang halus dibangun pada masa pemerintahan Firaun Snefru sekitar tahun 2575-2551 SM.

Arkeolog sekaligus Direktur Ancient Egypt Research Associates Mark Lehner dalam bukunya, "The Complete Pyramids: Solving the Ancient Mysteries" (Thames & Hudson, 2008), Piramida Agung di Giza dibangun pada masa pemerintahan Firaun Khufu sekitar 2551-2528 SM. Dua penerusnya, Firaun Khafre (sekitar 2520-2494 SM) dan Menkaure (sekitar 2490-2472 SM), juga memiliki piramida yang dibangun di Giza.

Firaun secara bertahap berhenti membangun piramida selama Kerajaan Baru sekitar tahun 1550-1070 SM. Para Firaun kemudian memilih untuk dimakamkan di Lembah Para Raja yang terletak sekitar 300 mil (483 km) selatan Giza. (Baca juga; Kisah Kerajaan Kush Taklukkan Firaun dari Mesir Kuno, Punya Piramida Mungil yang Unik )

Piramida Agung Giza adalah salah satu keajaiban dunia kuno dengan struktur bangunan yang bagus. Struktur besar dibangun sekitar 4.500 tahun yang lalu, dari potogan batu granit besar. Satu piramida besar diperkirakan dibangun dari sekitar 2,3 juta blok potongan batu granit. Satu potongan batu granit besar beratnya sekitar 25 sampai 80 ton.

Tentu bukan pekerjaan mudah mengangkat potongan batu granit yang berat menyusun menjadi piramida (Giza) setinggi 146,7 meter dan luas sekitar 230 meter persegi. Ini menjadi pertanyaan menarik para arkeolog, bagaimana orang Mesir kuno mengangkat dan menyusun batu granit yang besar dan berat. Berbeda dengan zaman sekarang yang banyak alat berat, seperti crane untuk memindahkan material berat dari bawah ke atas.

Terus dari mana jutaan potongan batu granit itu diperoleh karena di sekitar bangunan piramida sebagian besar adalah gurun pasir. Mark Lehner menyebutkan, memang inti piramida sebagian besar dibangun dari batu granit yang digali tepat di lokasi pembangunan. (Baca juga; Batu Unta di Arab Saudi Ternyata Lebih Tua dari Piramida dan Stonehenge )

Namun, kata Lehner, sebagian batu lain harus diambil dari lokasi yang sangat jauh, misalnya batu granit dari Aswan berjarak 370 mil (595,5 km) ke selatan dan batu kapur putih dari Tura harus melintasi Sungai Nil. Saat ini, jarak sungai Nil ke Piramida Giza sekitar 5 mil atau 8 km, tentu pekerjaan yang berat dan jarak yang jauh jika batu granit besar dan berat harus diseret secara manual.
Piramida Mesir Dibangun dari Susunan 2,3 Juta Blok Batu Granit


Pembangunan piramida Giza menghabiskan waktu selama sekitar 20 tahun, dengan perkiraan rata-rata memasang 12 blok batu granit ke tempatnya setiap jam, dalam waktu satu hari satu malam (24 jam). Ada berbagai macam teori yang diungkap para arkeolog dan ilmuwan tentang cara orang Mesir kuno membawa potongan batu granit yang besar dan berat dari tempat jauh.

Lalu, termasuk bagaimana menyusunnya ke atas setinggi lebih dari 140 meter. Sebagai ilustrasi, Monumen Nasional (Monas) punya ketinggian sekitar 132 meter. Tentu ini menjadi menarik untuk dipelajari lebih lanjut tentang teknologi zaman Mesir kuno. (Baca juga; Apakah Alien yang Membangun Piramida Mesir? Arkeolog Ungkap Bukti Ini )
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bikin Teler Parah, Narkoba...
Bikin Teler Parah, Narkoba Zaman Firaun Ditemukan
Ilmuwan Selalu Mencium...
Ilmuwan Selalu Mencium Mumi Mesir Kuno, Ini Alasannya
Struktur Misterius di...
Struktur Misterius di Samping Piramida Agung Giza Jadi Tanda Tanya Besar
Asal-usul Kawat Gigi...
Asal-usul Kawat Gigi Ternyata Berasal dari Zaman Firaun, Ini Buktinya
Teliti Tempat Nabi Musa...
Teliti Tempat Nabi Musa Membelah Lautan, Fakta di Luar Nalar Ini Terungkap
Rusak Parah, Mesir Merakit...
Rusak Parah, Mesir Merakit Kembali Perahu Raja Firaun
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rekomendasi
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved