Negara yang Blokir TikTok, Ini Alasan yang Mengejutkan
Senin, 27 Desember 2021 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Pada November 2018, pemerintah Bangladesh memblokir akses Internet aplikasi TikTok sebagai bagian dari tindakan keras Bangladesh terhadap penghapusan situs pornografi dan perjudian.Baca juga : Terus-terusan Molor, Perusahaan Pembiayaan Ajari Apple Bikin Mobil Listrik
Upaya penolakan sudah sering dilakukan di Bangladesh. Hanya saja terus mengalami hambatan. Bahkan pengadilan setempat mengeluarkan rekomendasi agar melarang aplikasi "berbahaya dan berbahaya" seperti TikTok, PUBG, dan Free Fire untuk “menyelamatkan anak-anak dan remaja dari degradasi moral dan sosial.
4. Armenia
Pada bulan Oktober 2020, pengguna TikTok di Armenia melaporkan hilangnya TikTok dari ponsel mereka. Selidiuk punya selidik pemerintah Armenia melakukan pemblokiran terhadap sosial media termasuk TikTok untuk menyaring informasi yang disebarkan oleh Azerbaijan. Hal itu buntut perang antara Armenia dan Azerbaijan di Konflik Nagorno-Karabakh.
5. Azerbaijan
Sama dengan Armenia, Pada 27 September 2020, warga melihat pembatasan media sosial di berbagai platform, termasuk TikTok, Facebook, Twitter, LinkedIn, YouTube, dan lainnya. Pembatasan ini dikeluarkan dalam upaya untuk "mencegah provokasi skala besar dari Armenia selama konflik Nagorno-Karabakh yang sudah berlangsung lama.
Upaya penolakan sudah sering dilakukan di Bangladesh. Hanya saja terus mengalami hambatan. Bahkan pengadilan setempat mengeluarkan rekomendasi agar melarang aplikasi "berbahaya dan berbahaya" seperti TikTok, PUBG, dan Free Fire untuk “menyelamatkan anak-anak dan remaja dari degradasi moral dan sosial.
4. Armenia
Pada bulan Oktober 2020, pengguna TikTok di Armenia melaporkan hilangnya TikTok dari ponsel mereka. Selidiuk punya selidik pemerintah Armenia melakukan pemblokiran terhadap sosial media termasuk TikTok untuk menyaring informasi yang disebarkan oleh Azerbaijan. Hal itu buntut perang antara Armenia dan Azerbaijan di Konflik Nagorno-Karabakh.
5. Azerbaijan
Sama dengan Armenia, Pada 27 September 2020, warga melihat pembatasan media sosial di berbagai platform, termasuk TikTok, Facebook, Twitter, LinkedIn, YouTube, dan lainnya. Pembatasan ini dikeluarkan dalam upaya untuk "mencegah provokasi skala besar dari Armenia selama konflik Nagorno-Karabakh yang sudah berlangsung lama.
(wsb)
Lihat Juga :