Intel Minta Maaf ke Beijing Gara-gara Menolak Tenaga Kerja dari Xinjiang
Jum'at, 24 Desember 2021 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mohon maaf atas masalah yang terjadi pada pelanggan, mitra, dan publik China yang kami hormati. Intel berkomitmen untuk menjadi mitra teknologi tepercaya dan mempercepat pengembangan bersama dengan China," kata perusahaan itu.
Banyak pengguna Weibo mencemooh permintaan maaf Intel sebagai upaya melindungi penjualan di China. Salah satu pengguna mengatakan: "Kesalahan adalah kesalahan! Cabut pernyataan tentang Xinjiang!"
Sementara itu, tagar "Apakah permintaan maaf Intel tulus?" menjadi tren di Weibo pada hari Kamis, Reuters melaporkan.
BACA JUGA: 666 Kerap Jadi Simbol Setan, Ini Kode Rahasia di Balik Angka Tersebut
Penyanyi Karry Wang mengatakan dia tidak akan lagi menjabat sebagai duta merek untuk Intel, menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa "kepentingan nasional melebihi segalanya".
Intel bukan perusahaan pertama yang mendapat tekanan karena bertujuan untuk mematuhi sanksi terkait Xinjiang sambil terus beroperasi di China. Raksasa ritel Nike dan H&M menghadapi serangan serupa setelah menyatakan keprihatinan tentang dugaan penggunaan tenaga kerja paksa Uighur dalam produksi kapas.
Banyak pengguna Weibo mencemooh permintaan maaf Intel sebagai upaya melindungi penjualan di China. Salah satu pengguna mengatakan: "Kesalahan adalah kesalahan! Cabut pernyataan tentang Xinjiang!"
Sementara itu, tagar "Apakah permintaan maaf Intel tulus?" menjadi tren di Weibo pada hari Kamis, Reuters melaporkan.
BACA JUGA: 666 Kerap Jadi Simbol Setan, Ini Kode Rahasia di Balik Angka Tersebut
Penyanyi Karry Wang mengatakan dia tidak akan lagi menjabat sebagai duta merek untuk Intel, menambahkan dalam sebuah pernyataan bahwa "kepentingan nasional melebihi segalanya".
Intel bukan perusahaan pertama yang mendapat tekanan karena bertujuan untuk mematuhi sanksi terkait Xinjiang sambil terus beroperasi di China. Raksasa ritel Nike dan H&M menghadapi serangan serupa setelah menyatakan keprihatinan tentang dugaan penggunaan tenaga kerja paksa Uighur dalam produksi kapas.
Lihat Juga :