Kapan Kiamat Terjadi, Begini Teori Fisikawan Universitas Harvard
Kamis, 23 Desember 2021 - 12:13 WIB
loading...
Fisikawan Universitas Harvard Anders Andreassen mengungkapkan prediksi kapan kiamat atau bagaimana alam semesta akan berakhir. Foto/NASA/smithsonianmag
A
A
A
FISIKAWAN Universitas Harvard Anders Andreassen mengungkapkan prediksi kapan kiamat atau bagaimana alam semesta akan berakhir. Dia menjelaskan, momen terakhir untuk alam semesta akan dipicu oleh konsekuensi aneh dari fisika subatom yang disebut instanton.
Instanton ini akan membuat gelembung kecil yang akan mengembang dengan kecepatan cahaya, kemudian menelan semua yang dilaluinya. Kapan itu itu terjadi, dia mengatakan itu hanya masalah waktu saja. (Baca juga; 11 Bunker Kiamat Mewah, Ada yang Punya Lapangan Golf dan Gym )
“Pada titik tertentu Anda akan menciptakan salah satu gelembung ini. Ini akan sangat tidak menyenangkan," kata Anders Andreassen dalam makalah jurnal Physical Review D yang diterbitkan pada 12 Maret 2008 dikutip Live Science pada 4 April 2008.
Sangat sedikit yang diketahui tentang instanton, yang merupakan solusi untuk persamaan mengatur pergerakan partikel subatom kecil. Namun, Andreassen secara longgar membandingkan dengan fenomena terowongan kuantum, di mana sebuah partikel melewati penghalang yang tidak dapat ditembus.
Menariknya, gelembung akhir alam semesta ini tidak akan pernah terjadi tanpa massa tertentu dari boson Higgs. Boson Higgs terkait partikel lain yang lebih berat disebut kuark atas, yang terdiri dari banyak atom. Jika quark atau partikel Higgs sedikit lebih ringan, gelembung-gelembung penghancur alam semesta ini tidak dapat terbentuk.
Instanton ini akan membuat gelembung kecil yang akan mengembang dengan kecepatan cahaya, kemudian menelan semua yang dilaluinya. Kapan itu itu terjadi, dia mengatakan itu hanya masalah waktu saja. (Baca juga; 11 Bunker Kiamat Mewah, Ada yang Punya Lapangan Golf dan Gym )
“Pada titik tertentu Anda akan menciptakan salah satu gelembung ini. Ini akan sangat tidak menyenangkan," kata Anders Andreassen dalam makalah jurnal Physical Review D yang diterbitkan pada 12 Maret 2008 dikutip Live Science pada 4 April 2008.
Sangat sedikit yang diketahui tentang instanton, yang merupakan solusi untuk persamaan mengatur pergerakan partikel subatom kecil. Namun, Andreassen secara longgar membandingkan dengan fenomena terowongan kuantum, di mana sebuah partikel melewati penghalang yang tidak dapat ditembus.
Menariknya, gelembung akhir alam semesta ini tidak akan pernah terjadi tanpa massa tertentu dari boson Higgs. Boson Higgs terkait partikel lain yang lebih berat disebut kuark atas, yang terdiri dari banyak atom. Jika quark atau partikel Higgs sedikit lebih ringan, gelembung-gelembung penghancur alam semesta ini tidak dapat terbentuk.
Lihat Juga :