Ilmuwan Temukan Cara Air Tetap Mencair pada Suhu Minus 44 Derajat Celcius, Ini Manfaatnya

Senin, 13 Desember 2021 - 11:38 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Cara...
Para ilmuwan menemukan teknik atau cara agar air tetap mencair pada suhu minus 44 derajat Celcius atau minus 47,2 derajat Fahrenheit. Foto/Ist
A A A
SECARA umum atau sesuai teori yang diketahui secara luas, air akan membeku atau menjadi es pada suhu 32 derajat Fahrenheit atau 0 derajat Celcius. Namun, penelitian terkini para ilmuwan menemukan teknik atau cara bagaimana air tetap mencair pada suhu minus 44 derajat Celcius atau minus 47,2 Fahrenheit.

Meskipun masih dalam skala sangat kecil di laboratorium, penemuan ini punya arti penting yang akan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Misalnya dalam dunia penerbangan, teknik ini bisa menjadi penelitian lebih lanjut bagaimana mencegah pembentukan lapisan es pada permukaan pesawat atau mesin.

Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana air membeku dapat mengarah pada pemahaman yang lebih detail untuk memperlajari berbagai spesies binatang yang mampu bertahan di suhu ekstrem. Misalnya Katak kayu, yang mampu bertahan hidup di musim dingin dengan membiarkan tubuhnya membeku. (Baca juga; Panen Sayuran Melimpah di Rumah Kaca Antartika, Pertanda Baik untuk Kolonisasi Mars )

Terkait penelitian para ilmuwan yang berhasil menemukan cara tetap membuat air mencair pada suhu paling rendah, diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 30 November 2021. Para ilmuwan mampu menjaga air tetap mencair pada suhu sangat rendah, yaitu minus 44 derajat Celcius atau47,2 derajat Fahrenheit.

Ada dua kunci dalam terobosan penemuan ini, yaitu tetesan yang sangat kecil dan permukaan yang sangat lembut. Para ilmuwan mulai dengan tetesan ukuran 150 nanometer hingga sekecil 2 nanometer. Ukuran itu tidak lebih besar dari partikel virus influenza. Ukuran tetesan ini membantu para peneliti mengungkap peran ukuran dalam transformasi dari air menjadi es.

"Kami menguji semua rentang ukuran ini sehingga dapat memahami di mana kondisi es akan terbentuk, pada suhu berapa dan berapa ukurannya," kata Hadi Ghasemi, seorang profesor teknik mesin di University of Houston kepada Live Sains yang dikutip SINDOnews, Senin (13/12/2021).

Sedangkan untuk bahan lunak yang digunakan adalah oktan, minyak yang mengelilingi setiap tetesan dalam pori-pori skala nano dari membran aluminium oksida anodized. Itu memungkinkan tetesan mengambil bentuk yang lebih bulat dengan tekanan yang lebih besar. (Baca juga; Cara Bertahan Hidup di Kutub Selatan versi Warga yang Tinggal di Antartika )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunung Es Terbesar di...
Gunung Es Terbesar di Dunia Kandas di Pulau Terpencil Inggris
Gelombang Dingin Minus...
Gelombang Dingin Minus 4.1 Derajat Celsius Melanda Wilayah Jammu dan Kashmir
Jadi Penjaga Es Arktik,...
Jadi Penjaga Es Arktik, Virus Raksasa Pemakan Alga Ditemukan
Pusaran Kutub Antartika...
Pusaran Kutub Antartika Terdeteksi dalam Keadaan Genting
Benua Ekstrem Tersembunyi...
Benua Ekstrem Tersembunyi Ditemukan di Bawah Es Antartika
Gunung Es Lebih Besar...
Gunung Es Lebih Besar dari Las Vegas Lepas dari Antartika
Negara Uni Eropa Ini...
Negara Uni Eropa Ini Kehabisan Kayu Bakar di Tengah Musim Dingin Brutal
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Tinggalkan Pacarnya di Puncak Gunung Tertinggi Austria hingga Mati Membeku
Gempar! Seorang Pria...
Gempar! Seorang Pria Menghilang dan Membeku Sempurna di Dalam Es Selama 28 Tahun
Rekomendasi
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Pemanasan Global, Suhu...
Pemanasan Global, Suhu Panas Bumi Naik 1,5 Derajat Celcius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved