Menelusuri Jejak Islam yang Tersembunyi dari Bangunan Bersejarah Kota Madrid
Sabtu, 11 Desember 2021 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Upaya untuk memulihkan dan menjaga warisan Islam di Madrid telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar di bawah arahan Yayasan Kebudayaan Islam Spanyol (FUNCI). Pada tahun 2017, yayasan ini bermitra dengan Complutense University of Madrid untuk mendirikan Center for the Study of Islamic Madrid (CEMI).
![Menelusuri Jejak Islam yang Tersembunyi dari Bangunan Bersejarah Kota Madrid]()
Pusat studi ini mempromosikan penelitian ilmiah dari perspektif sejarah dan arkeologi Madrid Islam abad pertengahan dan bekerja untuk melindungi warisan Islam. Mereka meyakini bahwa pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu Islam Madrid dapat berkontribusi pada inklusivitas dan koeksistensi damai di masa sekarang.
“Semakin sedikit pengetahuan yang dimiliki orang, semakin mudah untuk memanipulasinya, dan semakin mudah untuk melihat budaya dan agama lain sebagai elemen asing, bukan sebagai bagian penting dari sejarah kita,” kata Encarna Gutierrez, Sekretaris Jenderal Yayasan FUNCI. (Baca juga; Pesona Alquran Abad Ke-15, Ditulis Tangan dengan Paduan Kaligrafi Muhaqqaq dan Kufi )
Dalam konteks kekinian, semangat ini menciptakan ruang untuk berbicara tentang era Islam Madrid dan warisannya pada tempat yang tepat dalam sejarah sebagai langkah maju yang positif. “Ini akan melegakan bagi umat Islam di sini karena pada titik tertentu, kami mungkin tidak terlihat sebagai orang asing,” kata Aurora Ali, 39, juru bicara Asosiasi Muslim untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Madrid.

Pusat studi ini mempromosikan penelitian ilmiah dari perspektif sejarah dan arkeologi Madrid Islam abad pertengahan dan bekerja untuk melindungi warisan Islam. Mereka meyakini bahwa pemahaman yang lebih baik tentang masa lalu Islam Madrid dapat berkontribusi pada inklusivitas dan koeksistensi damai di masa sekarang.
“Semakin sedikit pengetahuan yang dimiliki orang, semakin mudah untuk memanipulasinya, dan semakin mudah untuk melihat budaya dan agama lain sebagai elemen asing, bukan sebagai bagian penting dari sejarah kita,” kata Encarna Gutierrez, Sekretaris Jenderal Yayasan FUNCI. (Baca juga; Pesona Alquran Abad Ke-15, Ditulis Tangan dengan Paduan Kaligrafi Muhaqqaq dan Kufi )
Dalam konteks kekinian, semangat ini menciptakan ruang untuk berbicara tentang era Islam Madrid dan warisannya pada tempat yang tepat dalam sejarah sebagai langkah maju yang positif. “Ini akan melegakan bagi umat Islam di sini karena pada titik tertentu, kami mungkin tidak terlihat sebagai orang asing,” kata Aurora Ali, 39, juru bicara Asosiasi Muslim untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Madrid.
(wib)
Lihat Juga :