Paus Pembunuh Berburu di Samudra Arktik yang Mencair, Peneliti Khawatir Ganggu Ekosistem
Jum'at, 03 Desember 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia mencatat, meskipun tetap ada tingkat variabilitas yang tinggi, lapisan minimum es laut Arktik pada September 2021 menurun. Angka penurunan sekitar rata-rata 13 persen per dekade, jika dibandingkan dengan pada tahun 1981 hingga 2010.
“Paus pembunuh sedang diamati di Laut Chukchi (di Samudra Arktik) dalam beberapa bulan dan berada di sana lebih lama sepanjang musim panas. Padahal secara historis wilayah itu tertutup es. Ini kemungkinan sebagai respons terhadap kondisi perairan yang terbuka lebih lama,” tambahnya.
Para peneliti mengatakan, pengurangan lapisan es laut mungkin telah membuka peluang bagi paus pembunuh menjelajah tempat berburu yang baru. Apalagi jika spesies hewan tertentu yang jadi mangsa, tidak dapat menggunakan es untuk menghindari paus pembunuh yang sangat adaptif.
Para peneliti khawatir terhadap populasi paus kepala busur yang terancam punah karena sangat rentan menjadi mangsa paus pembunuh. Penelitian ini sedang dipresentasikan kepada Acoustical Society of America.
“Paus pembunuh sedang diamati di Laut Chukchi (di Samudra Arktik) dalam beberapa bulan dan berada di sana lebih lama sepanjang musim panas. Padahal secara historis wilayah itu tertutup es. Ini kemungkinan sebagai respons terhadap kondisi perairan yang terbuka lebih lama,” tambahnya.
Para peneliti mengatakan, pengurangan lapisan es laut mungkin telah membuka peluang bagi paus pembunuh menjelajah tempat berburu yang baru. Apalagi jika spesies hewan tertentu yang jadi mangsa, tidak dapat menggunakan es untuk menghindari paus pembunuh yang sangat adaptif.
Para peneliti khawatir terhadap populasi paus kepala busur yang terancam punah karena sangat rentan menjadi mangsa paus pembunuh. Penelitian ini sedang dipresentasikan kepada Acoustical Society of America.
(wib)
Lihat Juga :