Paus Pembunuh Berburu di Samudra Arktik yang Mencair, Peneliti Khawatir Ganggu Ekosistem

Jum'at, 03 Desember 2021 - 10:26 WIB
loading...
Paus Pembunuh Berburu...
Pencairan lapisan es di Samudra Arktik telah membuka perairan baru yang lebih luas dan Paus Pembunuh sudah terlihat berburu di sana. Foto/independent
A A A
WASHINGTON - Pencairan lapisan es di Samudra Arktik telah membuka perairan baru yang lebih luas dan paus pembunuh sudah terlihat berburu di sana. Para ilmuwan khawatir dengan kehadiran predator cerdas di perairan Arktik dapat menciptakan ketidakseimbangan ekologis yang merusak habitat dan spesies di dalamnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan mendeteksi paus pembunuh yang bergerak ke Kutub Utara. Hewan tersebut mampu bekerja sama untuk berburu mangsa yang lebih besar, seperti anjing laut, walrus, dan spesies paus lainnya.

Tim peneliti di University of Washington mengungkapkan, paus pembunuh menghabiskan lebih banyak waktu di Samudra Arktik dibandingkan sebelumnya. Data itu berdasarkan hasil pelacakan dengan alat akustik selama delapan tahun.

Para ilmuwan mengatakan perilaku itu juga dapat membahayakan paus pembunuh, karena penurunan suhu yang cepat dapat membekukan laut. Itu berisiko karena bisa membuat paus pembunuh terperangkap dalam es. (Baca juga; Dilindungi Ribuan Gigi Kecil, Hiu Paus Raksasa Punya Bola Mata Lapis Baja )

“Perubahan perilaku paus yang datang ke Samudra Arktik mengikuti penurunan lapisan es laut di daerah tersebut," kata Brynn Kimber, dari University of Washington dikutip SINDOnews dari laman independent, Jumat (3/12/2021). (Baca juga; Mengapa Cara Berenang Hiu dan Paus Berbeda? )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mata Rusa Kutub Bisa...
Mata Rusa Kutub Bisa Melihat Sesuatu Melebihi Alat Canggih Manapun
Tombak Berusia Ratusan...
Tombak Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Tertancap di Tubuh Mamalia Terpanjang di Dunia
Subuh ke Magrib hanya...
Subuh ke Magrib hanya 1 Jam, Puasa di Murmansk Cuma 60 Menit
Berapa Persen Es Kutub...
Berapa Persen Es Kutub Utara yang Sudah Mencair? Mencapai Lebih dari 90 Persen
Kutub Utara Bergeser,...
Kutub Utara Bergeser, GPS dan Sinterklas Perlu Kalibrasi Ulang!
Paus Biru Masih Bisa...
Paus Biru Masih Bisa Meneteskan Minyak Usai Mati 26 Tahun Lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
Warga di Taman Nasional...
Warga di Taman Nasional Tesso Nilo Direlokasi, Menhut: Pulihkan Hutan Konservasi
Suara dari Lumpur: Keserakahan...
Suara dari Lumpur: Keserakahan dan Kezaliman Manusia
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Berita Terkini
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved