Pandemi ke Endemi, Momentum Akselerasi Industri Telekomunikasi
Kamis, 02 Desember 2021 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau service dibagi tiga yaitu konektivitas, ICT dan digital maka konektivitas pada kurun waktu 2020-2024 akan tumbuh sekitar 4%, ICT akan tumbuh lebih tinggi di angka 8%, dan digital tumbuh paling tinggi sampai 12%. Hal ini sejalan dengan fakta selama pandemi kemarin, masyarakat menjadi lebih contactless dan akan cenderung menggunakan layanan yang sifatnya digital. Karena itu ICT dan digital akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan konektivitas,” kata Ririek.
Direktur ICT Institute Heru Sutadi menyampaikan, tahun 2022 merupakan momentum bagi industri telekomunikasi melakukan akselerasi kinerja dan layanan untuk membantu Indonesia melaksanakan transformasi digital.
Dalam catatan Heru, ada banya faktor pendukung yang bisa mendorong kinerja industri telekomunikasi melesat tahun depan. Misalnya sepanjang 2021 ini, jumlah pengguna internet di Indonesia bertambah 15,5% atau sebanyak 2,7 juta.
Selain itu, kebutuhan bandwith telekomunikasi semakin besar karena masyarakat menggunakannya untuk bekerja, bersekolah, mencari hiburan dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya, sehingga bisa berkontribusi positif bagi pendapatan operator.
“Pandemi ini seperti dikatakan Presiden Jokowi menciptakan momentum percepatan transformasi digital. Ibarat balapan di tikungan, ketika kita bisa menyalip maka harusnya kita bisa menyalip dengan harapan Indonesia bisa menjadi negara digital terbesar di Asia Tenggara atau nomor lima terbesar dunia pada 2025,” kata Heru dalam diskusi akhir tahun “Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi” yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12/2021).
Direktur ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menambahkan, pemanfaatan 5G yang semakin meluas juga diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi industri telekomunikasi.
Direktur ICT Institute Heru Sutadi menyampaikan, tahun 2022 merupakan momentum bagi industri telekomunikasi melakukan akselerasi kinerja dan layanan untuk membantu Indonesia melaksanakan transformasi digital.
Dalam catatan Heru, ada banya faktor pendukung yang bisa mendorong kinerja industri telekomunikasi melesat tahun depan. Misalnya sepanjang 2021 ini, jumlah pengguna internet di Indonesia bertambah 15,5% atau sebanyak 2,7 juta.
Selain itu, kebutuhan bandwith telekomunikasi semakin besar karena masyarakat menggunakannya untuk bekerja, bersekolah, mencari hiburan dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya, sehingga bisa berkontribusi positif bagi pendapatan operator.
“Pandemi ini seperti dikatakan Presiden Jokowi menciptakan momentum percepatan transformasi digital. Ibarat balapan di tikungan, ketika kita bisa menyalip maka harusnya kita bisa menyalip dengan harapan Indonesia bisa menjadi negara digital terbesar di Asia Tenggara atau nomor lima terbesar dunia pada 2025,” kata Heru dalam diskusi akhir tahun “Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi” yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12/2021).
Direktur ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menambahkan, pemanfaatan 5G yang semakin meluas juga diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi industri telekomunikasi.
Lihat Juga :