Bumi Dalam Bahaya, Organisme Alien Bisa Menyerang Melalui Pesawat Ruang Angkasa
Jum'at, 26 November 2021 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Namun dalam menghadapi misi luar angkasa yang meningkat, termasuk yang dimaksudkan untuk mengembalikan sampel ke Bumi, sangat penting untuk mengurangi risiko kontaminasi biologis .
"Kami hanya bisa berspekulasi tentang jenis organisme apa yang mungkin ditemui jika ahli astrobiologi menemukan kehidupan. Bentuk kehidupan yang paling masuk akal adalah mikroba dan mungkin menyerupai bakteri," kata Ricciardi.
BACA JUGA: Apple Siapkan iPhone Berbahan Full Kaca
Untuk bukti kontaminasi antarplanet, para peneliti mengutip pesawat ruang angkasa Beresheet Israel yang menabrak bulan pada tahun 2019 saat membawa ribuan tardigrades. Hewan mikroskopis itu mungkin tidak selamat dari dampak tabrakan tetapi insiden itu menunjukkan potensi tumpahan biologis.
Badan antariksa seperti NASA telah lama menyadari potensi risiko kontaminasi biologis, dan kebijakan perlindungan planet telah ada sejak 1960-an, menurut Ricciardi. "Namun, risiko yang belum pernah terjadi ditimbulkan oleh era baru eksplorasi ruang angkasa yang ditujukan untuk menargetkan area yang paling mungkin mengandung kehidupan," kata Ricciardi.
"Kami hanya bisa berspekulasi tentang jenis organisme apa yang mungkin ditemui jika ahli astrobiologi menemukan kehidupan. Bentuk kehidupan yang paling masuk akal adalah mikroba dan mungkin menyerupai bakteri," kata Ricciardi.
BACA JUGA: Apple Siapkan iPhone Berbahan Full Kaca
Untuk bukti kontaminasi antarplanet, para peneliti mengutip pesawat ruang angkasa Beresheet Israel yang menabrak bulan pada tahun 2019 saat membawa ribuan tardigrades. Hewan mikroskopis itu mungkin tidak selamat dari dampak tabrakan tetapi insiden itu menunjukkan potensi tumpahan biologis.
Badan antariksa seperti NASA telah lama menyadari potensi risiko kontaminasi biologis, dan kebijakan perlindungan planet telah ada sejak 1960-an, menurut Ricciardi. "Namun, risiko yang belum pernah terjadi ditimbulkan oleh era baru eksplorasi ruang angkasa yang ditujukan untuk menargetkan area yang paling mungkin mengandung kehidupan," kata Ricciardi.
Lihat Juga :