Penjualan Ponsel Xiaomi Turun 5,8%, Xiaomi Kebut Mobil Listrik di 2024
Kamis, 25 November 2021 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Meski menjadi raksasa di elektronik konsumen, banyak yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak menjamin status yang sama di industri otomotif. Apalagi karena bisnis intinya membuat dan menjual smartphone akan melalui masa sulit.
Faktanya, pengiriman smartphone Xiaomi turun 5,8% di kuartal ketiga tahun ini menjadi 43,9 juta unit. Penurunan terjadi karena imbasnya kekurangan global chip dan semikonduktor menjadi masalah yang sama dan mengganggu hampir setiap merek mobil di seluruh dunia.
Dalam dunia mobilitas listrik, Tesla memimpin. Disusul Volkswagen, Ford, Hyundai, dan Toyota, beberapa pemain terkenal lainnya. Namun masuknya pemain baru seperti Xiaomi, Huawei, Apple dan lainnya dapat semakin meningkatkan persaingan, terutama di pasar EV yang terjangkau.
Hal itu juga dipercaya oleh para ahli akan menciptakan masalah semikonduktor akan terus berlanjut dan berangsur lama. Permintaan chip semikonduktor yang digunakan dalam produk seperti laptop, ponsel, TV pintar, dan bahkan kendaraan modern juga sangat tinggi.
BACA JUGA: Waspada! Ini 5 Jenis Serangan Siber yang Mengancam HP Anda!
Beberapa pemimpin industri bahkan memprediksi bahwa masalah ini diperkirakan akan bertahan hingga setidaknya dua tahun lagi, tepatnya di 2023.
Faktanya, pengiriman smartphone Xiaomi turun 5,8% di kuartal ketiga tahun ini menjadi 43,9 juta unit. Penurunan terjadi karena imbasnya kekurangan global chip dan semikonduktor menjadi masalah yang sama dan mengganggu hampir setiap merek mobil di seluruh dunia.
Dalam dunia mobilitas listrik, Tesla memimpin. Disusul Volkswagen, Ford, Hyundai, dan Toyota, beberapa pemain terkenal lainnya. Namun masuknya pemain baru seperti Xiaomi, Huawei, Apple dan lainnya dapat semakin meningkatkan persaingan, terutama di pasar EV yang terjangkau.
Hal itu juga dipercaya oleh para ahli akan menciptakan masalah semikonduktor akan terus berlanjut dan berangsur lama. Permintaan chip semikonduktor yang digunakan dalam produk seperti laptop, ponsel, TV pintar, dan bahkan kendaraan modern juga sangat tinggi.
BACA JUGA: Waspada! Ini 5 Jenis Serangan Siber yang Mengancam HP Anda!
Beberapa pemimpin industri bahkan memprediksi bahwa masalah ini diperkirakan akan bertahan hingga setidaknya dua tahun lagi, tepatnya di 2023.
(dan)
Lihat Juga :