Waspada! Ini 5 Jenis Serangan Siber yang Mengancam HP Anda!

Rabu, 24 November 2021 - 16:31 WIB
loading...
Waspada! Ini 5 Jenis...
Tidak hanya laptop, tapi ponsel pengguna saat ini juga rentan terhadap serangan siber. Foto: dok Samsung
A A A
JAKARTA - Para peretas (hacker) saat ini tidak hanya melakukan serangan siber ke laptop atau komputer saja. Namun juga smartphone. Karena itu, saat ini ponsel pengguna juga rentan terhadap serangan siber.

BACA JUGA: Hati-Hati Sticker Add Yours Instagram Jadi Celah Kejahatan dan Pencurian Data

Faktanya, miliaran smartphone di seluruh dunia saat ini dipenuhi dengan data pribadi dan data bisnis yang sensitif. Sementara perusahaan keamanan siber IronNet melaporkan bahwa serangan siber meningkat 168% antara Mei 2020 dan Mei 2021.

Selain itu, serangan terhadap smartphone menjadi salah satu ancaman keamanan siber terbesar di kawasan Asia Pasifik. Sejumlah perusahaan, seperti Samsung, sudah berupaya melindungi ponsel konsumen mereka lewat teknologi tertentu. Salah satunya Samsung Knox. Samsung Knox adalah solusi software dan hardware Samsung untuk menjaga penggunanya tetap aman.

Nah, berikut adalah lima skenario potensi serangan siber yang dapat terjadi di ponsel:

1. Akses backdoor
Waspada! Ini 5 Jenis Serangan Siber yang Mengancam HP Anda!

Pengembang rutin membuat backdoor atau “pintu rahasia” untuk aplikasi atau sistem operasi (OS) seluler agar mereka dapat memperoleh akses mudah saat perlu melakukan troubleshooting.

Namun, peretas dapat menemukan backdoor ini, yang biasanya melompati satu atau semua pengaman siber pada perangkat yang dimaksud. Untuk mencegah akses backdoor tanpa persetujuan, jangan mengunduh aplikasi tidak resmi atau tidak sah. Mengunduh perangkat lunak selain yang dipasang pabrikan sejak awal untuk mendapat akses penuh ke sistem operasi perangkat juga dapat mengundang malware atau spyware yang mengarah ke akses backdoor tanpa persetujuan.

2. Password lemah atau dipakai ulang
Pengguna kini dituntut membuat akun baru untuk berbagai layanan digital, mulai layanan konsultasi dokter online, platform transportasi online hingga e-commerce. Ini menyediakan lebih banyak jalan untuk dieksploitasi peretas.

Survei IBM Agustus 2021 menyebut 86% konsumen di Asia Pasifik mengakui bahwa mereka menggunakan kembali password sama di beberapa akun online. Hal ini adalah kebiasaan privasi data yang buruk. Sebab, satu serangan saja dapat membuat seluruh jejak internet pengguna rentan disalahgunakan peretas.

3. Wi-Fi gratis tidak sepenuhnya gratis
Layanan Wi-Fi publik memberi peluang bagi peretas untuk mencuri data, karena data yang dikirim melalui web seperti informasi kartu kredit mungkin jatuh ke tangan peretas melalui jaringan Wi-Fi publik.

4. Serangan Phishing
Phising adalah jenis serangan di mana siber mengelabui korbannya untuk menyerahkan informasi sensitif atau memasang malware, menyamar sebagai tautan, lampiran, atau bahkan aplikasi yang sah, di perangkat mereka.

Setelah peretas memiliki akses ke informasi sensitif, mereka dapat menggunakannya untuk mencuri informasi pribadi, melakukan kejahatan, bahkan melakukan pembelian dengan informasi kartu kredit pengguna.

BACA JUGA: Komparasi Foto Xiaomi Mi 11 vs Xiaomi 11T Pro, Mana yang Terbaik?

5. Kerentanan zero-day
Mengingat peretas dan penyerang siber terus-menerus mencoba meretas perangkat, mereka selalu waspada terhadap kerentanan zero-day. Kerentanan zero-day adalah kerentanan dalam sistem atau perangkat yang telah ditemukan tetapi belum ditambal. Ini bisa sangat berbahaya karena penjahat dunia maya menargetkan kelemahan dalam sistem sebelum pengembang atau publik menyadarinya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
Samsung Akui Tak Berdaya...
Samsung Akui Tak Berdaya Hadapi Gempuran Produk China
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Alasan Galaxy S26 Ultra...
Alasan Galaxy S26 Ultra Disebut AI Phone Paling Matang untuk Kerja Mobile di 2026
Samsung Umumkan Berhenti...
Samsung Umumkan Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved