Baru di Indonesia, AWS Sediakan Teknologi Canggih Pemantau Orang Utan
Jum'at, 05 Juni 2020 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Teknologi machine learning juga meningkatkan akurasi dalam pemanfaatan data populasi orang utan. Tingkat akurasi dalam tiap proses analisis juga meningkat, seperti pengukuran rasio gender dan umur, termasuk tingkat viabilitas tiap-tiap populasi.
“Teknologi ini sangat membantu, terlebih dengan jumlah ahli konservasi yang terbatas seperti situasi saat ini,” kata Aria Nagasastra, Finance and Technology Director WWF Indonesia, pada kesempatan yang sama.
Penggunaan teknologi lainnya, seperti Amazon SageMaker, membuat layanan machine learning yang terkelola sepenuhnya, dapat mendukung saintis data untuk dilakukan pengembangan, pengujian, dan penggelaran beragam model machine learning secara cepat dan mudah dalam skala besar.
Selanjutnya, tambah Aria, WWF Indonesia juga berencana untuk eksplorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan machine learning lainnya. Salah satunya Amazon Rekognition, sebuah layanan imaji dan gambar untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pada proses identifikasi, serta pelacakan populasi-populasi orang utan yang ada.
“Dari informasi WWF internasional, teknologi serupa belum ada di negara lain. Saat ini (teknologi di negara lain) baru ada pemantauan spesies, belum sampai individu,” papar Aria.
“Teknologi ini sangat membantu, terlebih dengan jumlah ahli konservasi yang terbatas seperti situasi saat ini,” kata Aria Nagasastra, Finance and Technology Director WWF Indonesia, pada kesempatan yang sama.
Penggunaan teknologi lainnya, seperti Amazon SageMaker, membuat layanan machine learning yang terkelola sepenuhnya, dapat mendukung saintis data untuk dilakukan pengembangan, pengujian, dan penggelaran beragam model machine learning secara cepat dan mudah dalam skala besar.
Selanjutnya, tambah Aria, WWF Indonesia juga berencana untuk eksplorasi lebih lanjut pemanfaatan layanan machine learning lainnya. Salah satunya Amazon Rekognition, sebuah layanan imaji dan gambar untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pada proses identifikasi, serta pelacakan populasi-populasi orang utan yang ada.
“Dari informasi WWF internasional, teknologi serupa belum ada di negara lain. Saat ini (teknologi di negara lain) baru ada pemantauan spesies, belum sampai individu,” papar Aria.
Lihat Juga :