Peneliti Korea Bikin Kacamata Pintar Lebih Canggih dari Smartwatch Fitbit

Jum'at, 05 Juni 2020 - 22:14 WIB
loading...
Peneliti Korea Bikin...
Kacamata multifungsi bikinan periset Korea Selatan dapat memantau kesehatan penggunanya. Foto/Lee at al./ACS Applied Materials & Interfaces
A A A
JAKARTA - Para peneliti di Universitas Korea telah mengembangkan kacamata multifungsi yang dapat memantau kesehatan Anda. Kacamata ini juga dapat membantu kesehatan mata saat pengguna bermain video game . (Baca juga: Pengembang Call of Duty Bakal Tandai Pemain Rasis )

Kacamata buatan Korea Selatan ini merupakan teknologi baru yang dapat memberikan data kesehatan pribadi melebihi perangkat pintar seperti jam tangan pintar Fitbit. Perangkat akan mengukur sinyal listrik dari otak atau mata untuk membantu diagnosis kondisi seperti epilepsi dan gangguan tidur.

Meski begitu, tantangan bagi para peneliti adalah mengembangkan perangkat yang dapat mempertahankan kontak fisik. Sensor yang diterapkan harus mampu menyesuaikan kulit pengguna.

Para peneliti mengatasi masalah tersebut dengan mengintegrasikan elektroda konduktif yang lembut ke dalam teknologi kacamata. Secara nirkabel dapat memonitor sinya listrik yang dikeluarkan.

Teknologi buatan Korea juga dapat mendeteksi sinar ultraviolet (UV), menginterpretasikan gerakan tubuh dan bentindak sebagai antarmuka manusia dan mesin. Ini memungkinkan pemakainya mengontrol video game hanya dengan gerakan mata.

Bingkai kacamata dicetak dengan printer 3D sebelum menambahkan elektroda fleksibel di dekat telinga dan mata. Sirkuit nirkabel untuk merasakan gerakan dan sinar UV juga dimasukkan ke sisi kacamata dan gel yang responsif terhadap UV disuntikkan ke lensa. Artinya, itu dapat merespons cahaya dan dapat mengubah warna menjadi kacamata hitam.

"Aksesoris pribadi seperti kacamata dan jam tangan yang biasa kita bawa dalam kehidupan sehari-hari dapat menghasilkan informasi yang berguna dari tubuh manusia," kata insinyur Suk-Won Hwang dari Universitas Korea, dilansir dari laman Dailymail.

Hwang menunjukkan bahwa kacamata buatan mereka masih terbatas pada parameter yang berhubungan dengan olah raga atau detak jantung sederhana. Keterbatasan karakteristik yang mungkin muncul antara benda dan benda dapat dijadikan sebagai salah satu alasan utama untuk memberi data yang bermakna secara biologis.

"Kacamata elektronik dapat berguna untuk layanan kesehatan digital atau aplikasi realitas virtual," pungkasnya.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Sony Sonjaya Belum Ajukan...
Sony Sonjaya Belum Ajukan Permohonan Perlindungan Justice Collaborator ke LPSK
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Berita Terkini
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved