AS Rilis Gambar dan Video Penampakan Puing-Puing Satelit Rusia yang Hancur Ditembak Rudal

Rabu, 17 November 2021 - 07:08 WIB
loading...
AS Rilis Gambar dan...
Gambar radar dari Numerica Corporation ini menunjukkan satelit Cosmos 1408 sebelum (kiri) dan setelah tumbukan dari uji anti-satelit Rusia pada 15 November 2021. Foto/space.com/Numerica Corporation
A A A
COLORADO - Amerika Serika t (AS) merilis gambar dan video penampakan potongan puing-puing satelit mata-mata Rusia yang hancur dalam uji coba penembakan rudal anti-satelit. Gambar dan video itu diambil dari teleskop ruang angkasa Numerica Corp, perusahaan pelacakan objek puing-puing ruang angkasa di Colorado.

Gambar-gambar itu diambil oleh Numerica Corp dibagikan oleh mitra perusahaan Slingshot Aerospace di Twitter, Rabu (17/11/2021). Mereka menunjukkan gambar dan video puing-puing setelah uji coba penembakan rudal anti-satelit ke arah Cosmos-1408, satelit mata-mata yang diluncurkan 1982 pada era Uni Soviet.

Rekaman teleskopik hanya menunjukkan beberapa dari lebih dari 1.500 potongan puing yang dapat dilacak dari Cosmos-1408 setelah dihancurkan oleh Rusia. Gambar dan video itu menunjukkan satelit yang hancur sebelum dan sesudah tumbukan oleh uji rudal anti-satelit Rusia pada Senin (15/11/2021). (Baca juga; Mengenal Sampah Luar Angkasa dan Ancaman Bahaya yang Ditimbulkan )

Dalam deskripsi dengan gambar, Slingshot mengatakan, Numerica mencitrakan bidang puing-puing yang dibuat oleh uji anti-satelit Rusia terhadap #Cosmos1408." Numerica memiliki jaringan teleskop global dan perangkat lunak pelacakan untuk membantu kesadaran domain ruang angkasa,” keterangan situs webnya.

Slingshot menyatakan Numerica bertanggung jawab penuh atas gambar tersebut. Slingshot mengatakan kepada Space.com, memiliki produk bernama Slingshot Beacon yang menggunakan umpan data dari beberapa sumber untuk pelacakan puing-puing luar angkasa.

"Kami akan menganalisis umpan data dan Pesan Data Konjungsi (CDM) dari pemerintah AS dan sumber lain untuk disajikan kepada operator luar angkasa," kata manajer pemasaran Madeline Reto dalam email Selasa (16/11/2021). (Baca juga; Rusia Uji Coba Penembakan Rudal Anti-Satelit, NASA Kecam Sebagai Tindakan Sembrono )

Uji coba penembakan rudal anti-satelit menimbulkan efek bagi operasi stasiun luar angkasa internasional. Tujuh astronot Ekspedisi 66, termasuk di dalamnya dua kosmonot Rusia dan tiga astronot Amerika, berlindung sementara di kapal mereka untuk menghindari puing sisa satelit yang hancur ditembak.

Setiap 90 menit stasiun luar angkasa bermanuver pada ketinggian 400 Km (250 mil) melalui puing-puing yang melayang di ruang angkasa. Pelacak puing-puing ruang angkasa LeoLabs menunjukkan, awan (kumpulan) potongan satelit berada di ketinggian antara 440 hingga 520 km (273 dan 323 mil) di atas Bumi.

China juga memiliki modul stasiun ruang angkasa Tiangong orbit rendah Bumi, Tianhe, dan saat ini ada tiga taikonot di dalamnya. Tidak jelas apakah kru mengambil tindakan khusus sebagai akibat dari insiden tersebut, ketinggian rata-rata Tianhe kira-kira 368 km (229 mil).

Rusia dan Amerika Serikat adalah mitra utama di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan berkolaborasi sejak awal 1990-an. Kerja sama ini sesekali diwarnai pasang surut, seperti ancaman Rusia untuk meninggalkan program ISS pada bulan Juni.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Rekomendasi
Dorong Literasi Finansial...
Dorong Literasi Finansial dan AI, IPOT Jawab Tantangan Makro Gen Z
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Kapolri Diminta Segera...
Kapolri Diminta Segera Lantik Kapolda Jabar, Kalbar, dan Sumbar
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved