Waspada, Sindrom Patah Hati Meningkat Sejak 2006, Khususnya di Kalangan Wanita

Minggu, 14 November 2021 - 10:27 WIB
loading...
A A A
Padahal Journal of American Heart Association (JAHA) menyebutkan sejak 2006 hingga 2017 kasus Sindrom Patah Hati semakin meningkat. Data dari Tim Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles dan University of Southern California sejak 2006-2017 ada 135.463 kasus Sindrom Patah Hati yang terdokumentasi. Dari angka tersebut, sebanyak 88,3% dialami wanita.

Angka ini mencerminkan peningkatan secara terus-menerus tekanan atau stres yang berpengaruh pada emosi seseorang. Juga menunjukkan bagaimana kapasitas individu mengelola stres yang dialami. Contoh sederhana, bagaimana mengatasi masalah kesepian.

Lalu, mengapa Sindrom Patah Hati banyak dialami wanita dibandingkan pria? Dari penelitian yang diterbitkan Scientific Reports menyebutkan, salah satu pemicunya adalah faktor hormon. Tapi belum diketahui detail bagaimana faktor hormon itu berperan. Jadi tidak bisa diklaim ini akibat wanita lebih emosional dari pria.

Jadi pelajaran yang biasa diambil dari Sindrom Patah Hati ini, kuncinya adalah meningkatkan kemampuan mengelola emosi dan merespons secara positif berbagai tekanan di lingkungan kita. Kalau tidak, kita bisa mendapat perawatan medis untuk menurunkan tekanan darah dan menormalkan kembali kinerja maupun detak jantung kita.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Cegah Penularan Virus...
Cegah Penularan Virus Hanta, WHO Sarankan Isolasi selama 6 Minggu
Vaksin Hantavirus Ternyata...
Vaksin Hantavirus Ternyata Dibuat Moderna Sejak Tahun 2023
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
Menjaga Sendi Tetap...
Menjaga Sendi Tetap Sehat agar Nyaman Bergerak di Setiap Usia
Studi: 2 dari 5 Orang...
Studi: 2 dari 5 Orang Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke
Rekomendasi
KPK: Bupati Langkat...
KPK: Bupati Langkat Minta Upeti Proyek hingga Terima Gratifikasi Pengadaan Seragam Sekolah
Argentina Dipaksa Cape...
Argentina Dipaksa Cape Verde Main 120 Menit
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Moncer! Mbappe, Kane, Haaland Mengekor
Berita Terkini
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved