Hindari Ancaman Longsor, Begini Filosofi Penataan Kampung Tradisional Sunda
Rabu, 10 November 2021 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Adanya hutan di kontur tanah yang lebih tinggi dari pemukiman dan tidak boleh diubah isinya. Itu berfungsi sebagai daerah resapan air dan akar-akar pohon berfungsi untuk mengikat tanah agar tidak longsor ke arah pemukiman.
Tidak boleh mengambil air tanah dan hanya boleh mengambil air di permukaan, mencegah kekosongan lapisan tanah bagian bawah agar tidak menyebabkan penurunan permukaan tanah. Ini bertujuan untuk menyokong bangunan permukiman di atasnya. (Baca juga; Kembangkan Makanan Tradisional, Bro Kitchen Sukses Ekspansi Puluhan Outlet )
Membangun rumah memanjang ke arah hutan yang letaknya lebih tinggi dari area permukiman. Konsep ini bermanfaat ketika terjadi hujan dan air turun dari daerah yang lebih tinggi, maka bangunan rumah tidak menghalangi aliran air itu. Air bisa mengalir bebas di antara rumah dengan rumah.
Rumah tradisional Sunda selalu berbentuk rumah panggung yang memiliki kolong. Ketika terjadi hujan, bentuk rumah seperti ini memungkinkan air melewati kolong rumah. Tidak akan ada air yang menabrak dinding bangunan ataupun masuk ke dalam rumah.
“Apakah kita sudah lupa dengan kearifan-kearifan lokal ini? Barangkali jawaban dari banyak masalah lingkungan yang kita hadapi saat ini sebenarnya terletak di tradisi-tradisi hidup yang sudah dipraktikkan oleh para pendahulu kita berabad-abad lamanya,” tulis M Arie Wibowo.
Tidak boleh mengambil air tanah dan hanya boleh mengambil air di permukaan, mencegah kekosongan lapisan tanah bagian bawah agar tidak menyebabkan penurunan permukaan tanah. Ini bertujuan untuk menyokong bangunan permukiman di atasnya. (Baca juga; Kembangkan Makanan Tradisional, Bro Kitchen Sukses Ekspansi Puluhan Outlet )
Membangun rumah memanjang ke arah hutan yang letaknya lebih tinggi dari area permukiman. Konsep ini bermanfaat ketika terjadi hujan dan air turun dari daerah yang lebih tinggi, maka bangunan rumah tidak menghalangi aliran air itu. Air bisa mengalir bebas di antara rumah dengan rumah.
Rumah tradisional Sunda selalu berbentuk rumah panggung yang memiliki kolong. Ketika terjadi hujan, bentuk rumah seperti ini memungkinkan air melewati kolong rumah. Tidak akan ada air yang menabrak dinding bangunan ataupun masuk ke dalam rumah.
“Apakah kita sudah lupa dengan kearifan-kearifan lokal ini? Barangkali jawaban dari banyak masalah lingkungan yang kita hadapi saat ini sebenarnya terletak di tradisi-tradisi hidup yang sudah dipraktikkan oleh para pendahulu kita berabad-abad lamanya,” tulis M Arie Wibowo.
(wib)
Lihat Juga :