Wacana Legalitas Mencuat, BNN Paparkan Riset Bahaya Ganja
Kamis, 04 Juni 2020 - 16:11 WIB
loading...
BNN berinisiatif untuk memberikan pencerahan sekaligus menyerap aspirasi generasi muda dengan menggelar acara talkshow yang disajikan dalam Webinar dengan tema Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja.
A
A
A
JAKARTA - Dilatari oleh semakin berkembangnya opini legalisasi ganja, Deputi Bidang Pencegahan BNN berinisiatif untuk memberikan pencerahan sekaligus menyerap aspirasi generasi muda dengan menggelar acara talkshow yang disajikan dalam Webinar dengan tema “Generasi Muda Melawan Legalisasi Ganja”.
Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (4/6/20) di ruang Social Media Center BNN hadir sebagai pembicara Deputi Pencegahan BNN, Irjen Drs. Anjan Pramuka Putra, SH, MHum, Direktur Informasi dan Edukasi BNN Brigjen Drs. Purwo Cahyoko, M.Si. dan dilengkapi pula dengan praktisi ahli farmasi, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Mufti Jusnir yang juga sebagai anggota Pok Ahli BNN.
Dalam keterangan di sela acara, Deputi Pencegahan BNN menyampaikan alasan utama penolakan legalisasi ganja ini adalah penyelamatan generasi muda kita. "Berbagai dampak buruk yang nyata diakibatkan oleh legalisasi ganja di berbagai belahan dunia, ini tentunya menjadi pelajaran berharga buat kita,' ujarnya. Hal ini memang ditegaskan oleh Anjan Pramuka dalam paparan dan diskusinya dengan para peserta yang didominasi oleh para mahasiswa.
Anjan juga menjelaskan bahwa dari beberapa negara yang telah menjalankan legalisasi, beberapa mulai mempertanyakan efektifitas strategi ini.
"Alasan ekonomi tidak sepenuhnya benar. Yang tadinya mengharapkan adanya pemasukan dari sektor pajak, ternyata tidak segampang dalam teori. Hal ini karena sindikat narkoba juga masih tetap bermain bahkan di era legalisasi," ujar Anjan. Di sisi lain, ia juga menegaskan dampak ekonomi terkait peningkatan biaya medis akibat penggunaan ganja yang berdampak kecelakaan maupun perawatan medis dan rehabilitasi,' jelas Anjan dalam siaran persnya di Jakarta Kamis (4/6/202).
Kegiatan yang dilaksanakan Kamis (4/6/20) di ruang Social Media Center BNN hadir sebagai pembicara Deputi Pencegahan BNN, Irjen Drs. Anjan Pramuka Putra, SH, MHum, Direktur Informasi dan Edukasi BNN Brigjen Drs. Purwo Cahyoko, M.Si. dan dilengkapi pula dengan praktisi ahli farmasi, Brigjen Pol. (Purn) Drs. Mufti Jusnir yang juga sebagai anggota Pok Ahli BNN.
Dalam keterangan di sela acara, Deputi Pencegahan BNN menyampaikan alasan utama penolakan legalisasi ganja ini adalah penyelamatan generasi muda kita. "Berbagai dampak buruk yang nyata diakibatkan oleh legalisasi ganja di berbagai belahan dunia, ini tentunya menjadi pelajaran berharga buat kita,' ujarnya. Hal ini memang ditegaskan oleh Anjan Pramuka dalam paparan dan diskusinya dengan para peserta yang didominasi oleh para mahasiswa.
Anjan juga menjelaskan bahwa dari beberapa negara yang telah menjalankan legalisasi, beberapa mulai mempertanyakan efektifitas strategi ini.
"Alasan ekonomi tidak sepenuhnya benar. Yang tadinya mengharapkan adanya pemasukan dari sektor pajak, ternyata tidak segampang dalam teori. Hal ini karena sindikat narkoba juga masih tetap bermain bahkan di era legalisasi," ujar Anjan. Di sisi lain, ia juga menegaskan dampak ekonomi terkait peningkatan biaya medis akibat penggunaan ganja yang berdampak kecelakaan maupun perawatan medis dan rehabilitasi,' jelas Anjan dalam siaran persnya di Jakarta Kamis (4/6/202).
Lihat Juga :