Situs BSSN Diretas Hacker Amatir, Pengamat: Mike Tyson KO Lawan Preman Pasar

Senin, 01 November 2021 - 10:05 WIB
loading...
Situs BSSN Diretas Hacker...
Situs Pusat Malware Nasional (Pusmanas) milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi sasaran peretasan berupa perubahan halaman muka. Foto: Antara
A A A
JAKARTA - Pakar Keamanan Siber Alfons Tanujaya menyebut bahwa situs Pusat Malware Nasional (Pusmanas) milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang berhasil diretas oleh hacker diibaratkan sebagai Mike Tyson dipukul KO oleh preman pasar.

Sebab, BSSN adalah simbol badan yang ditugaskan untuk menjaga keamanan siber Indonesia, negara berpenduduk terbesar ke 4 dunia dan masuk dalam 10 besar pengguna internet terbesar. Belum lagi institusi pemerintah juga di dukung anggaran hingga ratusan miliar bahkan triliunan rupiah.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan LG Puricare Gen 2, Masker Pemurni Udara Canggih

Seperti diketahui, situs Pusat Malware Nasional (Pusmanas) milik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi sasaran peretasan perubahan halaman muka yang biasa disebut deface.

Seperti diketahui, situs www.pusmanas.bssn.go.id diretas pada Rabu (20/10), dengan tampilan “Hacked by theMx0nday”. Ternyata, pelaku yang di duga asal Brasil itu membalas dendam karena hacker Indonesia juga meretas website negara Brasil.

Menurut Alfons, hal tersebut secara tidak langsung memberi gambaran bagaimana keadaan kondisi pertahanan siber Indonesia secara umum pada mayoritas institusi pemerintah.

”Seharusnya hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk sangat serius membenahi masalah literasi digital dan kesadaran sekuriti yang dapat dikatakan sangat rendah di kalangan lembaga pemerintahan secara umum,” ujar pemilik Vaksincom itu.

Menurutnya, jika pemerintah Indonesia ingin mendapat manfaat maksimal dari revolusi digital yang sedang terjadi, seharusnya kemampuan pengelolaan aset digital yang baik menjadi salah satu prioritas utama yang harus dimiliki oleh seluruh jajaran pemerintahan.

”Kita bisa berkaca dari beberapa kasus kebocoran data dimana institusi pengelola data yang mengalami kebocoran data bukannya mengakui adanya kebocoran data dan segera membenahi diri ketika mengalami kebocoran data,” ungkapnya.

BACA JUGA: Telkomsel Uji Drone Logistik Beehive untuk Kirim Alat Medis Antar Pulau

Namun, yang terjadi menurut Alfons para pejabat terkait sibuk melakukan lobbying, menyangkal dan tidak mengakui mengalami kebocoran data. ”Dan dalam beberapa kasus antar institusi terkesan saling melindungi satu sama lain dan tidak mengakui kalau sudah terjadi kebocoran data,” ungkapnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2,5 Miliar Lebih Data...
2,5 Miliar Lebih Data Pengguna Gmail Terancam Bocor
Google Deteksi Email...
Google Deteksi Email Berbahaya Ancam 1,8 Miliar Pengguna Gmail
Sinergi Elitery dan...
Sinergi Elitery dan BSSN, Perkokoh Pilar Keamanan Siber Infrastruktur Pemerintah
Marak Peretasan Data...
Marak Peretasan Data Hotel, Defend IT360 dan Hypernet Technologies Beri Solusinya
Waspada Penipuan, Banyak...
Waspada Penipuan, Banyak Nomor Kontak Palsu di Google Maps
7 Kata yang Biasa Digunakan...
7 Kata yang Biasa Digunakan Pencuri Data dan Harus Dihindari
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Korban Penipuan di IG...
Korban Penipuan di IG Ahmad Dhani Bertambah, Total Kerugian Tembus Rp60 Juta
Akademisi Sebut Indonesia...
Akademisi Sebut Indonesia Belum Siap Gunakan E-Voting di Pemilu, Rawan Diretas
Rekomendasi
B50 Mulai Berjalan 1...
B50 Mulai Berjalan 1 Juli 2026, Harga Solar Dipastikan Tidak Berubah
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Berita Terkini
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved