Google Hapus Iklan Aplikasi untuk Memata-Matai Suami atau Pasangan

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 23:34 WIB
loading...
Google Hapus Iklan Aplikasi...
Google telah menarik sejumlah iklan penguntit yang dinilai melanggar kebijakan perusahaan. Foto: ist
A A A
CALIFORNIA - Google telah menarik sejumlah iklan penguntit yang dinilai melanggar kebijakan perusahaan dengan mempromosikan aplikasi yang mendorong calon pengguna untuk memata-matai ponsel pasangan mereka.

BACA JUGA: WhatsApp Rilis Fitur Enkripsi Keamanan Baru, Begini Cara Menggunakannya

Aplikasi spyware ini sering dipasarkan kepada orang tua yang ingin memantau panggilan, pesan, aplikasi, foto dan lokasi anak mereka. Namun, aplikasi tersebut sering dirancang untuk dipasang secara diam-diam, tanpa persetujuan pemilik perangkat.

“Kami tidak mengizinkan iklan yang mempromosikan spyware untuk pengawasan pengguna,” kata juru bicara Google, dikutip dari TechCrunch, Sabtu (16/19).

”Kami segera menghapus iklan yang melanggar kebijakan ini dan akan terus melacak perilaku yang muncul untuk mencegah pelaku jahat mencoba menghindari sistem deteksi kami,” imbuhnya.

Meningkatnya penggunaan apa yang disebut stalkerware atau coupleware ini memang menjadi perhatian serius dari seluruh industri dalam beberapa tahun terakhir untuk memerangi penyebaran aplikasi pemantauan telepon.

Pembuat antivirus juga telah bekerja untuk mendeteksi penguntit dan otoritas federal mengambil tindakan terhadap pembuat spyware yang semakin mengekspos korban mereka terhadap ancaman keamanan.

BACA JUGA: Tes Ketahanan Baterai Xiaomi Redmi 10 untuk Ngegame

Agustus lalu, Google melarang iklan di hasil pencarian pengguna yang mempromosikan aplikasi yang dirancang dengan tujuan untuk melacak atau memantau orang lain atau aktivitas mereka tanpa izin mereka.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Rekomendasi
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Ketum KBPP Polri: Demokrasi...
Ketum KBPP Polri: Demokrasi Harus Bermartabat, Stabilitas Nasional Harus Dijaga
Ratusan Mahasiswa Uhamka...
Ratusan Mahasiswa Uhamka Diadang Polisi saat Hendak Demo ke Monas
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
Mana yang Terbaik untuk...
Mana yang Terbaik untuk Buka Puasa? Kurma Basah atau Kurma Kering
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved