Mangkuk Emas Berusia 3.000 Tahun Milik Penyembah Dewa Matahari Ditemukan
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 10:48 WIB
loading...
Arkeolog Polandia menemukan mangkuk Zaman Perunggu yang terbuat dari emas yang berusia sekitar 3.000 tahun milik penyembah Dewa Matahari. Foto/Andreas Rausch
A
A
A
WINA - Arkeolog Polandia telah menemukan mangkuk Zaman Perunggu yang terbuat dari emas yang berusia sekitar 3.000 tahun di Austria. Mangkuk emas ini diperkirakan digunakan untuk menyembah Dewa Matahari.
Penemuan benda berharga itu dilakukan di sebuah pemukiman kuno yang berasal dari antara 1300-1000 SM. Diperkirakan benda kunoitu milik orang-orang dari 'budaya Urnfield,' yang sebagian besar dikenal karena ritus kremasi mereka.
Mangkuk tersebut terbuat dari sekitar 90 persen emas, 5 persen perak, dan 5 persen tembaga. Ditemukan di dekat situs dinding rumah prasejarah, diukir dengan motif yang menggambarkan mahatari.
BACA: Segel Kuno Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Israel
Arkeolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia, Michal Sip mengatakan, mangkuk itu ditemukan pada tahun 2020 tetapi para peneliti menunggu untuk mengumumkan penemuannya sampai setelah analisis terperinci selesai.
Di pemukiman Ebreichsdorf, para arkeolog juga menemukan bukti yang disebut 'bangunan tiang, terbuat dari tanah liat yang digunakan untuk mengisi ruang.
Penemuan benda berharga itu dilakukan di sebuah pemukiman kuno yang berasal dari antara 1300-1000 SM. Diperkirakan benda kunoitu milik orang-orang dari 'budaya Urnfield,' yang sebagian besar dikenal karena ritus kremasi mereka.
Mangkuk tersebut terbuat dari sekitar 90 persen emas, 5 persen perak, dan 5 persen tembaga. Ditemukan di dekat situs dinding rumah prasejarah, diukir dengan motif yang menggambarkan mahatari.
BACA: Segel Kuno Berusia 7.000 Tahun Ditemukan di Israel
Arkeolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Polandia, Michal Sip mengatakan, mangkuk itu ditemukan pada tahun 2020 tetapi para peneliti menunggu untuk mengumumkan penemuannya sampai setelah analisis terperinci selesai.
Di pemukiman Ebreichsdorf, para arkeolog juga menemukan bukti yang disebut 'bangunan tiang, terbuat dari tanah liat yang digunakan untuk mengisi ruang.

Lihat Juga :