Hitung-hitungan Sains Soal Larangan Pesawat Melintasi Kakbah dan Area 51

Kamis, 07 Oktober 2021 - 16:17 WIB
loading...
Hitung-hitungan Sains...
Di dunia, setidaknya ada 2 wilayah yang dihindari pesawat karena berbagai alasan. FOTO/ IST
A A A
NEVADA - Larangan pesawat untuk melintasi Kakbah dan Area 51 di pangkalan Angkatan Udara Nellis Amerika Serikat (USAF) menurut hitung-hitungan sains tak berlaku dari kesucian dan kesakralan tempat tersebut.

Meskipun pesawat sudah dilengkapi dengan teknologi super canggih, tetap saja memiliki batasan-batasan tertentu. Hal itulah yang pada akhirnya membuat pesawat menghindari wilayah tertentu. BACA JUGA - Seperti Kakbah, Kubus Misterius Area 51 Dilarang Dilintasi Pesawat

Di dunia, setidaknya ada 2 wilayah yang dihindari pesawat karena berbagai alasan. Dihimpun dari berbagai sumber SINDOnews coba mengulas dari sudut pandang sains.

Sebagai Kiblat umat Muslim di seluruh penjuru dunia, sudah menjadi rahasia umum lagi jikalau Kakbah mendapatkan ‘perlakuan khusus’.

Ditambah dengan posisi dari Kakbah yang terletak di tengah-tengah masjid paling suci dalam agama Islam, Masjidil Haram.

Rumor yang beredar itu dikarenakan Kakbah memiliki gelombang magnet yang sangat besar sehingga pesawat tidak diperkenankan untuk mengudara di atasnya.

Akan tetapi, itu hanya rumor belaka. Menurut pilot kawakan berkebangsaan Arab Saudi, Hasan Al Ghamidi, alasan kenapa pesawat dilarang melintas di atas ka’bah karena menjaga kenyamanan dan keselamatan para jemaah haji dan umrah.

“Karena posisi Kota Mekah berada di wilayah pegunungan, ketika ada pesawat yang melintas maka suara pesawat akan memantul dan menimbulkan efek buruk bagi para jamaah haji atau umrah,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Mengenal Masjid Pertama...
Mengenal Masjid Pertama yang Dibangun di Muka Bumi
Rekomendasi
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved