Alasan Kuat Ahli Sebut Ular Raksasa Masih Hidup di Amazon dan Kalimantan

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 19:25 WIB
loading...
Alasan Kuat Ahli Sebut...
Hutan tropis di Kalimantan diyakini oleh para ilmuwan jadi habitar ular raksasa. FOTO/ IST
A A A
BANJAMASIN - Kemunculan ular-ular besar di Indonesia dalam 1 dekade terakhir ini menjadi perhatian khisus para peneliti. Hal inilah yang menyakini para ilmuwan kerabat ular purba Titanoboa menjadikan Indonesia selain Amazon sebagai habitatnya.

Seorang ahli paleontologi vertebrata Florida Museum, Jonathan Bloch menyatakan daerah yang dilintasi garis Khatulistiwa adalah habitat asli ular berukuran besar, dan seperti kita tahu Indonesia (Kalimantan) adalah negara yang dilintasi negara Khatulistiwa. BACA JUGA- Kerabat Titanoboa, Ahli Akui Ukuran Ular Raksasa Kalimantan Sulit Dipastikan

"Jika Anda melihat hewan berdarah dingin dan penyebarannya di planet saat ini, yang besar berada di daerah tropis, tempat terpanas, dan semakin kecil semakin jauh dari khatulistiwa. Berdasarkan ukuran ular, tim mampu menghitung suhu tahunan rata-rata di khatulistiwa Amerika Selatan 60 juta tahun yang lalu sekitar 91 derajat Fahrenheit, sekitar 10 derajat lebih hangat dari hari ini," tulis Bloch dalam penjelasannya seperti dilansir dari The Guardian.

Teori Bloch cukup beralasan, pasalnya foto penampakan ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. BACA JUGA - Sempat Muncul di Sungai Baleh, Nabau Ular Raksasa yang Dikeramatkan Suku Dayak
Seperti diulas dari berbagai sumber, ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Air beriak di kiri kanannya. Kabarnya, foto itu diambil dari sebuah helikopter, 11 Februari 2009 lalu.

Foto itulah yang menjadi perdebatan luas di Malaysia saat ini. Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa.

Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal dan New Straits Times di Kuala Lumpur juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris.

Ada juga yang tidak memercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, namun berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya anaconda di kawasan tersebut yang bernama Nabau.

Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di Sungai Baleh Borneo memercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu.

Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992.

Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Meskipun fosil-fosil ular berukuran raksasa telah ditemukan oleh para ilmuwan, namun hingga kini para ilmuwan memastikan ukuran pastinya, pasalnya tengkorak Titanoboa hampir tak pernah ditemukan karena sangat rapuh dan mudah hancur.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dinosaurus yang Pernah...
Dinosaurus yang Pernah Kuasai Asia Tenggara Ditemukan, Begini Wujudnya
Spesies Badak Baru Ditemukan...
Spesies Badak Baru Ditemukan di Arktik, Membeku Jutaan Tahun
Tas Tangan dari Kulit...
Tas Tangan dari Kulit Dinosaurus Memicu Kontroversi Ilmiah, Ini Alasannya
Fosil Lubang Anus Tertua...
Fosil Lubang Anus Tertua Ditemukan pada Reptil Berusia 290 Juta Tahun
Mengapa Manusia Purba...
Mengapa Manusia Purba Neanderthal Suka Mengumpulkan Tengkorak Bertanduk?
Dinosaurus Berduri Aneh...
Dinosaurus Berduri Aneh dengan Kulit yang Berbeda dari Hewan Mana Pun Ditemukan
Misteri Dinosaurus Cakar...
Misteri Dinosaurus Cakar Maut di Jurrasic World Terpecahkan
10 Hewan yang Jadi Sekutu...
10 Hewan yang Jadi Sekutu Terbaik dalam Perang, dari Bom Kelelawar hingga Lumba Mata-mata
Setelah 100 Tahun Ngumpet,...
Setelah 100 Tahun Ngumpet, Tapir Amerika Selatan Akhirnya Nongol
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Berita Terkini
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Infografis
2 Alasan Buaya Hidup...
2 Alasan Buaya Hidup Berdampingan dan Tidak Mau Memakan Capybara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved