Microsoft Ungkap Rahasia Kegagalan AS Bunuh TikTok
Kamis, 30 September 2021 - 11:13 WIB
loading...
Kepala eksekutif Microsoft Satya Nadella menggambarkan kesepakatan yang diusulkan untuk membeli TikTok saat itu sebagai hal yang paling aneh yang pernah ia kerjakan. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Tahun lalu Microsoft sempat menjadi perusahaan yang disebut bakal mengakuisisi TikTok. Namun upaya tersebut pada akhirnya tidak terlaksana.
Selang setahun, Kepala eksekutif Microsoft Satya Nadella menggambarkan kesepakatan yang diusulkan untuk membeli TikTok saat itu sebagai "hal yang paling aneh" yang pernah ia kerjakan.
Seperti yang diketahui Agustus 2020, Donald Trump yang saat itu menjabat sebagai Presiden AS mengancam akan melarang TikTok beroperasi jika tidak menjual aplikasinya ke perusahaan AS. BACA JUGA - Pengguna TikTok Capai 1 Miliar Pengguna Bulanan
Kebijakan itu lantas membuat pemilik aplikasi video China ByteDance mulai mendekati Microsoft.
Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang berpotensi mengakuisisi TikTok AS. Namun, mereka memutuskan mundur pada September 2020 ketika Oracle dipilih untuk menyediakan server cloud di aplikasi TikTok.
"Pertama-tama, Anda harus ingat, TikTok datang kepada kami, kami tidak pergi ke TikTok," kata Nadella, dikutip dari CNBC, Kamis (30/9/2021).
Selang setahun, Kepala eksekutif Microsoft Satya Nadella menggambarkan kesepakatan yang diusulkan untuk membeli TikTok saat itu sebagai "hal yang paling aneh" yang pernah ia kerjakan.
Seperti yang diketahui Agustus 2020, Donald Trump yang saat itu menjabat sebagai Presiden AS mengancam akan melarang TikTok beroperasi jika tidak menjual aplikasinya ke perusahaan AS. BACA JUGA - Pengguna TikTok Capai 1 Miliar Pengguna Bulanan
Kebijakan itu lantas membuat pemilik aplikasi video China ByteDance mulai mendekati Microsoft.
Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang berpotensi mengakuisisi TikTok AS. Namun, mereka memutuskan mundur pada September 2020 ketika Oracle dipilih untuk menyediakan server cloud di aplikasi TikTok.
"Pertama-tama, Anda harus ingat, TikTok datang kepada kami, kami tidak pergi ke TikTok," kata Nadella, dikutip dari CNBC, Kamis (30/9/2021).
Lihat Juga :