Ahli Temukan 63 Fosil Elang Purba yang Teror Australia 25 Juta Tahun Lalu
Selasa, 28 September 2021 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Danau Pinpa sagat sedikit menampung air dan berada di dalam lanskap bukit pasir yang jarang rumput dan pepohonan. Kondisi ini berbeda ketika jutaan tahun lalu saat elang menguasai wilayah tersebut, kata penulis senior Trevor Worthy, ahli paleontologi vertebrata dan profesor di Flinders University, kepada Live Science melalui email.
Ketika tim Worthy pertama kali menemukan fosil A. sylvestris pada 2016, mereka tahu kalau mereka menemukan hal yang luar biasa. Di antara fragmen tulang pertama yang mereka gali, tim menemukan cakar dan tulang kaki bagian bawah yang disebut tarsometatarsus yang mengungkapkan bahwa spesimen itu adalah seekor elang.
BACA JUGA: Kelamaan Nganggur, Toyota Camry di Thailand Diubah Jadi Kebun Sayur
Meskipun fosil elang umumnya sulit didapat namun di situs penggalian tertentu, fosil itu relatif umum, kata Mather. Misalnya, di La Brea Tar Pits di Los Angeles, fosil elang dan pemangsa lainnya akan mudah ditemukan.
"Namun, ini tidak terjadi di Danau Pinpa, di mana tidak ada fitur khusus dari lingkungan yang mendukung pelestarian fosil predator itu. Kami beruntung bisa menemukan fosil ini, kata Mather.
Ketika tim Worthy pertama kali menemukan fosil A. sylvestris pada 2016, mereka tahu kalau mereka menemukan hal yang luar biasa. Di antara fragmen tulang pertama yang mereka gali, tim menemukan cakar dan tulang kaki bagian bawah yang disebut tarsometatarsus yang mengungkapkan bahwa spesimen itu adalah seekor elang.
BACA JUGA: Kelamaan Nganggur, Toyota Camry di Thailand Diubah Jadi Kebun Sayur
Meskipun fosil elang umumnya sulit didapat namun di situs penggalian tertentu, fosil itu relatif umum, kata Mather. Misalnya, di La Brea Tar Pits di Los Angeles, fosil elang dan pemangsa lainnya akan mudah ditemukan.
"Namun, ini tidak terjadi di Danau Pinpa, di mana tidak ada fitur khusus dari lingkungan yang mendukung pelestarian fosil predator itu. Kami beruntung bisa menemukan fosil ini, kata Mather.
(ysw)
Lihat Juga :