Manfaatkan Tenaga Gravitasi Air Sungai, Pompa Hidram Dibangun di Tabanan

Selasa, 05 Oktober 2021 - 13:36 WIB
loading...
Manfaatkan Tenaga Gravitasi...
Pompa hidram dapat mengairi arealpertanianyang mencapai 220 hekter di Kecamatan Selemadeg Timur, khususnya di Subak Lanyah Delod. FOTO/ IST
A A A
BALI - Krisis air bersih tentunya memberi pengaruh yang cukup besar bagi setiap makhluk hidup yang tinggal di bumi. Hal tersebut dapat terjadi karena air adalah salah satu unsur terpenting yang menunjang kehidupan bagi seluruh makhluk.

Oleh karenanya Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menginisiasi pemanfaatkan sumber air sungai untukpertaniandan dikonsumsi. BACA JUGA - WMO Sebut Lima Miliar Penduduk Dunia Akan Kekurangan Air di 2050

Melalui proses panjang dan melelahkan, dan lima tahun lalu pompa hidram yang dibangun di Wonogiri sempat gagal, namun tidak membuat Panglima Kodam IX Udayana itu menyerah.

Sekitar 1 tahun sebagai Pangdam Udayana, Jenderal Bintang Dua itu akhirnya dapat menciptakan pompa hidram di sungai Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, Bali.

Pompa hidram dapat mengairi areal pertanian yang mencapai 220 hekter di Kecamatan Selemadeg Timur, khususnya di Subak Lanyah Delod.

Pembangunan pompa hidram di Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan yang memanfaatkan sumber tenaga yang berasal dari gravitasi air sungai dan baru pertama kali diciptakan dalam sejarah di Indonesia ini, diresmikan, kemarin.

Peresmian pompa hidram tersebut dihadiri para pejabat Forkompimprov Bali seperti Gubernur Bali, I Wayan Koster, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danuputra, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, para tokoh masyarakat hingga warga kampung.

Dalam kesempatan itu cukup banyak yang mengapresiasi gagasan Kodam Udayana yang dapat menciptakan pompa hidram untuk membantu masyarakat atas kebutuhan air bersih maupun sebagai sumber mata air untuk pertanian dan lainnya.

Apresiasi itu setidaknya dikemukakan Bupati Tabanan dan salah satu tokoh masyarakat yang diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Adapun Pangdam IX Udayana mengemukakan, pengolahan pompa hidram hanya mengandalkan sumber gravitasi air sungai. Jadi tidak ada aliran listrik untuk mengairi areal pertanian dan kebutuhan air bersih bagi warga yang tinggal di atas sungai.

"Langkah ini sangat efisien dari segi pembiayaan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di atas sungai dan yang dulu susah untuk mendapatkan air bersih maupun untuk mengairi lahan pertanian yang luas," terang Perwira Tinggi TNI AD tersebut.

Sebelumnya, pembangunan pompa hidram juga digencarkan pihaknya di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini sebanyak 150 pompa hidram telah terpasang dan mengalirkan air ke ladang serta rumah penduduk di sekitaran wilayah NTT.

"Kami menargetkan bakal menyelesaikan 202 titik pompa hidram untuk memastikan warga di NTT mudah mendapatkan air bersih," ujarnya.

Bahkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Kabupaten TTS, NTT, kehadiran pompa hidram dalam penyediaan air bersih berpengaruh positif terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak, stunting, kemiskinan dan konflik sosial di TTS, NTT.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku malu dengan Pangdam IX Udayana. Sebab, selama ini Pemprov Bali atau selama tiga tahun dia menjabat Gubernur belum mampu memberikan kontribusi atau belum mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan air.

"Kedepannya kami akan masukan program ini di APBD agar pompa hidram bisa terus berjalan dan petani bisa tenang tanpa takut kekurangan air," ungkapnya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hewan Semakin Menderita...
Hewan Semakin Menderita seperti Manusia Akibat Degradasi Lingkungan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Picu Darurat Iklim Global
Pendidikan Iklim Sejak...
Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang
Panas Ekstrem di Indonesia...
Panas Ekstrem di Indonesia Bakal Berlangsung Lebih Lama
Air Sumur di Rumah Keruh...
Air Sumur di Rumah Keruh saat Kemarau? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya
Kondisi Arktik pada...
Kondisi Arktik pada Tahun 2100 Diklaim Jadi Awal Mula Kiamat
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Pakar ITB Soroti Tantangan...
Pakar ITB Soroti Tantangan Sistem Kelistrikan dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Rekomendasi
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Hakim Ingatkan Tersangka...
Hakim Ingatkan Tersangka Bea Cukai Tak Berdusta: Di Akhirat Nanti Masuk Neraka
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Berita Terkini
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved