BMKG Pastikan Suhu Panas Jakarta Melebihi Laju Pemanasan Global

Selasa, 21 September 2021 - 20:00 WIB
loading...
BMKG Pastikan Suhu Panas...
Peneliti BMKG pastikan panasnya cuaca Jakarta melebihi laju pemanasan global. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Peneliti Bidang Meteorologi-Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siswanto, mengatakan teriknya matahari yang ada belakangan ini berbeda dengan laju pemanasan yang di Jakarta jauh lebih tinggi 1,4 kali dibandingkan pemanasan secara global.

Ia menjelaskan bahwa cuaca yang lebih terik dan panas saat ini karena sedang dalam masa peralihan musim untuk di Jakarta dan sekitar Jawa Barat, yang dari mulai kemarau ke musim penghujan. BACA JUGA - Siap Santap, Gelombang Panas Matangkan Kerang di Laut Pasifik

"Ini juga menjelang bulan Oktober nanti biasanya matahari akan berada di sekitar Khatulistiwa dan akan cenderung bergerak ke arah selatan, sehingga nanti di sekitar tanggal 23 Oktober itu akan 23 derajat di lintang selatan ya, itu berarti akan melewati Pulau Jawa," tuturnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (21/9/2021)

Kondisi seperti ini biasa disebut dengan titik kombinasi matahari, yang posisinya tepat di atas kepala kita. Sehingga akan merasakan radiasi matahari lebih kuat dari biasanya, itu biasanya menyebabkan cuaca terik di siang hari.

Nah, jika bicara soal perubahan temperatur di Jakarta yang 1,4 kali lebih kuat dibandingkan pemanasan global, itu sebenarnya adalah ukuran yang menyatakan perubahan suhu permukaan yang dihitung sejak zaman pra industri hingga zaman sekarang.

"Jadi sudah sekitar, kalau zaman pra industri kan sudah ada sejak tahun 1850 an hingga 1900 an, ya berarti data BMKG hingga sekarang menunjukan suhu Jakarta itu kemiringannya atau laju perubahannya itu jauh lebih tinggi dibanding laju perubahan global," jelasnya.

" Nah, pemanasan global atau perubahan global itu dilaporkan oleh WMO (World Meteorological Organization) sudah 1,2 kali lebih tinggi sejak pra industri. Kalau Jakarta dari penelitian saja 1,6 selama 135 tahun terakhir," imbuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
Rekomendasi
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Ford Gunakan AI untuk...
Ford Gunakan AI untuk Hidupkan Kembali Aurora Tahun 1964
Mendagri Hadiri Pembukaan...
Mendagri Hadiri Pembukaan Piala Presiden, Harap Jadi Hiburan dan Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Berita Terkini
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved