East Ventures Dukung Penuh McEasy Hadirkan Teknologi Logistik

Jum'at, 17 September 2021 - 08:31 WIB
loading...
East Ventures Dukung Penuh McEasy Hadirkan Teknologi Logistik
McEasy siap hadirkan teknologi logistik kelas dunia di Indonesia. FOTO Ilustrasi/ IST
A A A
DUBLIN - McEasy, startup penyedia solusi digital berbasis Software -as-a-Service (SaaS) untuk manajemen dan pelacakan kendaraan logistik , mengumumkan putaran pendanaan awal senilai USD1,5 juta atau Rp 22 miliar dari East Ventures.

Dana investasi baru ini akan digunakan untuk dua tujuan utama, yakni memperkuat divisi penelitian dan pengembangan McEasy untuk membangun teknologi logistik kelas dunia, serta divisi pemasaran dan penjualan untuk bisa menjangkau lebih banyak perusahaan yang bergerak di industri logistik dan rantai pasok di Indonesia. BACA JUGA - 4 Kapal Perang Masa Depan dengan Teknologi yang Tak Pernah Dibayangkan

“Sejak tahun 2019, kami berfokus untuk menjadi katalis digitalisasi pada industri logistik dan rantai pasok di dalam negeri. Sistem pelacakan pintar memang bukan hal baru di dunia otomotif dan industri, namun kami tahu bagaimana cara mengintegrasikan hardware yang ada - mulai dari sensor hingga GPS - dengan platform kami untuk menjadi solusi tepat dari masalah di pasaran,” kata Raymond Sutjiono, Co-Founder McEasy dalam keterangan persnya secara daring Jumat (17/9/2021).

Selama ini, manajemen transportasi logistik di Indonesia masih memiliki beberapa tantangan. Salah satunya yaitu sangat terbatasnya integrasi dari satu pihak ke pihak lain, padahal masih berada di rantai pasok yang sama. Selain itu, proses operasional usaha cenderung mengandalkan cara-cara manual dengan administrasi yang rumit, sehingga proses digitalisasi belum berjalan dengan mulus.

McEasy hadir menawarkan dua jawaban utama bagi kebutuhan industri: Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), and Smart Driver Apps. VSMS merupakan solusi digital berbasis smart tracker untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time.

Sementara itu, TMS merupakan software-as-a-service untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu, sehingga keseluruhan proses menjadi lebih efisien. Melalui integrasi dalam Smart Driver Apps, pelanggan McEasy dapat melacak posisi kendaraan dan seluruh biaya operasional secara transparan, tanpa perlu repot untuk memeriksanya secara manual.

Kedua solusi ini dapat digunakan oleh para pelaku bisnis logistik, mulai dari perusahaan manufaktur & distribusi hingga perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri ataupun terintegrasi dengan vendor-vendor penyedia jasa logistik.

McEasy menggunakan model bisnis berbasis langganan (subscription) dan memberikan solusi yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis pelanggan, seperti 3PL, 4PL, distributor, atau perusahaan brand. Hingga saat ini, wilayah yang terjangkau oleh solusi digital McEasy meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi. Pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 tahun ikut mendorong pertumbuhan bisnis McEasy.

“Kekuatan utama McEasy terletak pada platform kami yang fleksibel menjadi solusi setiap kebutuhan pelanggan. Berbeda dari penyedia software lain, kami biasanya akan mendalami problem utama klien. Secara scalability, konsep bisnis ini jauh lebih sustainable, karena kita tinggal mengulik fitur-fitur dalam platform tanpa harus membuat software yang berbeda setiap saat,” tambah Hendrik Ekowaluyo, Co-Founder McEasy.

Pendiri McEasy merupakan Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo, teman dekat sejak kuliah Teknik Mesin di Purdue University, AS. Sebagai veteran yang pernah bekerja bersama-sama di Ford, keduanya punya kemahiran dalam teknik otomotif, dimana Hendrik jago merancang struktural dan manajemen program dalam mobil, sementara Raymond lebih berfokus pada tata elektronik mesin, kontrol sistem, hingga handling data kendaraan.

Pada akhir tahun 2018, Raymond dan Hendrik mengambil pivot menjadikan McEasy sebagai perusahaan digital untuk logistik dan transportasi B2B, karena keduanya memiliki pengalaman mengurus bisnis B2B.

“Di masa kini, penerapan solusi teknologi yang bisa mendorong peningkatan efisiensi manajemen aset dan mencapai kepuasan pelanggan merupakan kunci utama untuk memenangkan kompetisi di industri logistik.,” tutup Melisa Irene, Partner East Ventures.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2468 seconds (10.177#12.26)