Proses Terbentuknya Jupiter Seandainya sebuah Bintang
Jum'at, 03 September 2021 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
"Fusi nuklir dapat memberikan daya bagi bintang untuk tetap bersinar hingga bahan bakarnya habis," kata Andi.
Proses fusi membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan masing-masing inti atom, bahkan unsur yang paling ringan sekalipun seperti hidrogen. Reaksi ini bersifat eksoterm, atau melepas kalor ke lingkungan, sehingga reaksi dapat terjadi dengan sendirinya.
Tetapi, fusi nuklir akan menghasilkan energi yang lebih besar jika terbentuk dari inti atom yang lebih berat dari Besi-56 dan Nikel-62 maupun neutron bebas, dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan unsur-unsur tersebut.
Reaksi ini bersifat endoterm atau menerima kalor ke lingkungan. Oleh karenanya, unsur-unsur yang lebih ringan akan lebih mudah mengalami fusi nuklir.
Sebaliknya, unsur-unsur yang lebih berat seperti uranium dan plutonium akan lebih mudah mengalami fisi nuklir.
"Artinya proses yang berkebalikan dari fusi nuklir yakni ketika inti atom meluruh menjadi bagian-bagian yang lebih kecil," tambah Andi.
Energi yang dihasilkan oleh reaksi nuklir cenderung lebih besar dibandingkan dengan reaksi kimia, karena energi ikat kedua inti atom jauh lebih besar dibandingkan dengan energi yang menahan elektron ke inti atom.
Proses fusi membutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan masing-masing inti atom, bahkan unsur yang paling ringan sekalipun seperti hidrogen. Reaksi ini bersifat eksoterm, atau melepas kalor ke lingkungan, sehingga reaksi dapat terjadi dengan sendirinya.
Tetapi, fusi nuklir akan menghasilkan energi yang lebih besar jika terbentuk dari inti atom yang lebih berat dari Besi-56 dan Nikel-62 maupun neutron bebas, dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk menggabungkan unsur-unsur tersebut.
Reaksi ini bersifat endoterm atau menerima kalor ke lingkungan. Oleh karenanya, unsur-unsur yang lebih ringan akan lebih mudah mengalami fusi nuklir.
Sebaliknya, unsur-unsur yang lebih berat seperti uranium dan plutonium akan lebih mudah mengalami fisi nuklir.
"Artinya proses yang berkebalikan dari fusi nuklir yakni ketika inti atom meluruh menjadi bagian-bagian yang lebih kecil," tambah Andi.
Energi yang dihasilkan oleh reaksi nuklir cenderung lebih besar dibandingkan dengan reaksi kimia, karena energi ikat kedua inti atom jauh lebih besar dibandingkan dengan energi yang menahan elektron ke inti atom.
Lihat Juga :