Pandemi COVID-19, Grant Thornton Jelaskan 3 Tren Bisnis Telekomunikasi 2021
Rabu, 01 September 2021 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
Hasil survey global Grant Thornton menunjukkan bahwa 57% para pelaku bisnis telekomunikasi di tingkat global optimis tentang prospek ekonomi selama 12 bulan ke depan, hasil ini naik 14% dibanding tahun sebelumnya di mana level optimisme berada pada angka 43%. Hal ini ditunjang dengan adanya peningkatan pendapatan (revenue) industri telekomunikasi dan adanya kebutuhan (demand) pasar.
Pandemi telah membawa perubahan terhadap kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang sangat bergantung pada akses internet dan juga kerja keras pemerintah untuk mewujudkan pemerataan infrastruktur digital di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memberikan sinyal optimisme bahwa sektor telekomunikasi mampu menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.
Hal ini juga tercermin dari beberapa perusahaan telekomunikasi Indonesia yang juga mengalami pertumbuhan selama pandemi. Menurut Turina Farouk, SVP-Head of Corporate Communications PT Indosat Tbk, terungkap selama kebijakan WFH, berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Indosat mencatatkan kenaikan trafik data hingga 27% di seluruh wilayah, termasuk Jabodetabek. Sementara itu, Telkomsel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, juga mencatatkan kenaikan trafik data hingga 22,8% di tengah pandemi Covid-19.
2. Lockdown Membuka Banyak Peluang Bisnis Telekomunikasi
Meski adanya penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi secara global akibat pandemi, namun dengan adanya peningkatan kebutuhan teknologi dan komunikasi bisnis yang lebih baik juga terbukti telah mendorong permintaaan terhadap industri telekomunikasi secara global.
Berdasarkan hasil riset Grant Thornton, 42% perusahaan media dan 34% perusahaan teknologi melaporkan adanya pertumbuhan ekspor lebih dari 5% secara global. Sementara itu, 21% perusahaan teknologi mulai memasuki pasar baru (12% lebih banyak dibandingkan industri lain), dengan 46% perusahaan teknologi berharap aktivitas ekspor mereka juga akan mengalami peningkatan, dengan berdasarkan pada tren global untuk bekerja dari rumah (Work from Home) tampaknya masih akan terus berlanjut selama pandemi.
Pandemi telah membawa perubahan terhadap kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang sangat bergantung pada akses internet dan juga kerja keras pemerintah untuk mewujudkan pemerataan infrastruktur digital di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memberikan sinyal optimisme bahwa sektor telekomunikasi mampu menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional.
Hal ini juga tercermin dari beberapa perusahaan telekomunikasi Indonesia yang juga mengalami pertumbuhan selama pandemi. Menurut Turina Farouk, SVP-Head of Corporate Communications PT Indosat Tbk, terungkap selama kebijakan WFH, berlakunya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Indosat mencatatkan kenaikan trafik data hingga 27% di seluruh wilayah, termasuk Jabodetabek. Sementara itu, Telkomsel, anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, juga mencatatkan kenaikan trafik data hingga 22,8% di tengah pandemi Covid-19.
2. Lockdown Membuka Banyak Peluang Bisnis Telekomunikasi
Meski adanya penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi secara global akibat pandemi, namun dengan adanya peningkatan kebutuhan teknologi dan komunikasi bisnis yang lebih baik juga terbukti telah mendorong permintaaan terhadap industri telekomunikasi secara global.
Berdasarkan hasil riset Grant Thornton, 42% perusahaan media dan 34% perusahaan teknologi melaporkan adanya pertumbuhan ekspor lebih dari 5% secara global. Sementara itu, 21% perusahaan teknologi mulai memasuki pasar baru (12% lebih banyak dibandingkan industri lain), dengan 46% perusahaan teknologi berharap aktivitas ekspor mereka juga akan mengalami peningkatan, dengan berdasarkan pada tren global untuk bekerja dari rumah (Work from Home) tampaknya masih akan terus berlanjut selama pandemi.
Lihat Juga :