Satelit China Yunhai 1-02 Rusak Dihantam Roket Zenit-2 Rusia di Orbit Bumi
Kamis, 19 Agustus 2021 - 20:01 WIB
loading...
Ilustrasi stasiun luar angkasa China. Foto/dok
A
A
A
CALIFORNIA - Satelit China Yunhai 1-02 mengalami kerusakan setelah dihantam potongan puing Roket Zenit-2 milik Rusia pada Maret 2021 lalu. Banyaknya puing-puing di luar angkasa meningkatkan resiko kerusakan terhadap sejumlah satelit yang mengorbit Bumi.
Ditabraknya satelit China itu diamati oleh ahli astrofisika dan pelacak satelit Jonathan McDowell, yang berbasis di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian di Cambridge, Massachusetts.
BACA: Amerika Panik China Sukses Uji 6G yang 100 Kali Lebih Cepar dari 5G
Pada Sabtu, 14 Agustus 2021, McDowell melihat pembaruan di katalog Space-Track.org. Pembaruan itu termasuk "catatan untuk objek 48078, 1996-051Q: 'Bertabrakan dengan satelit.' "Ini adalah jenis entri komentar baru - belum pernah melihat komentar seperti itu untuk satelit lain sebelumnya," cuit McDowell dalam akun twitternya.
"Saya menyimpulkan bahwa mereka mungkin hanya melihatnya di data setelah bertabrakan dengan sesuatu, dan itulah mengapa hanya ada satu set data orbital. Jadi tabrakan itu mungkin terjadi tak lama setelah periode orbit. Apa yang menabraknya?" McDowell menulis dalam tweet Sabtu lainnya.
Yunhai 1-02 dan Object 48078 melintas dalam jarak 0,6 mil (1 kilometer) satu sama lain — dalam margin kesalahan sistem pelacakan — pada pukul 3:41 pagi EDT (0741 GMT) pada 18 Maret, "tepat ketika 18SPCS melaporkan Yunhai pecah," tulis McDowell di tweet lain.
BACA JUGA: Taliban Kuasai Ribuan Humvee Bekas Tentara AS, Ini Spesifikasinya
Ditabraknya satelit China itu diamati oleh ahli astrofisika dan pelacak satelit Jonathan McDowell, yang berbasis di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian di Cambridge, Massachusetts.
BACA: Amerika Panik China Sukses Uji 6G yang 100 Kali Lebih Cepar dari 5G
Pada Sabtu, 14 Agustus 2021, McDowell melihat pembaruan di katalog Space-Track.org. Pembaruan itu termasuk "catatan untuk objek 48078, 1996-051Q: 'Bertabrakan dengan satelit.' "Ini adalah jenis entri komentar baru - belum pernah melihat komentar seperti itu untuk satelit lain sebelumnya," cuit McDowell dalam akun twitternya.
"Saya menyimpulkan bahwa mereka mungkin hanya melihatnya di data setelah bertabrakan dengan sesuatu, dan itulah mengapa hanya ada satu set data orbital. Jadi tabrakan itu mungkin terjadi tak lama setelah periode orbit. Apa yang menabraknya?" McDowell menulis dalam tweet Sabtu lainnya.
Yunhai 1-02 dan Object 48078 melintas dalam jarak 0,6 mil (1 kilometer) satu sama lain — dalam margin kesalahan sistem pelacakan — pada pukul 3:41 pagi EDT (0741 GMT) pada 18 Maret, "tepat ketika 18SPCS melaporkan Yunhai pecah," tulis McDowell di tweet lain.
BACA JUGA: Taliban Kuasai Ribuan Humvee Bekas Tentara AS, Ini Spesifikasinya
Lihat Juga :