Huawei Sediakan Teknologi untuk Membantu Masyarakat dalam Penanganan Covid-19
Rabu, 18 Agustus 2021 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Usman Niandinata hadir bersama para narasumber lainnya yaitu Duta Besar RI untuk Singapura H.E. Suryo Pratomo, Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dan Konsul Jendral RI di New York. Dalam diskusi yang dipandu Pimred sindonews.com dan KORAN SINDO Djaka Susila tersebut, Usman Niandinata menyampaikan kisah bagaimana teknologi turut berperan serta dalam memerangi pandemi Covid-19 di kota Wuhan, Tiongkok.
![Huawei Sediakan Teknologi untuk Membantu Masyarakat dalam Penanganan Covid-19]()
Business Development Director Huawei Cloud Indonesia Usman Niandinata. (Foto: Okezone)
Diutarakan Usman lebih lanjut, penanganan pemerintah China di Wuhan sangat cepat dalam membangun rumah sakit hanya beberapa minggu saja. Padahal membangun rumah sakit tak hanya membangun gedung secara fisik, tetapi juga menghadirkan perangkat-perangkat kesehatan di dalamnya.
Di sinilah teknologi 5G + Cloud + AI memainkan perannya. Ketiga teknologi tersebut menyiapkan semua koneksi, menyediakan konektivitas sistem yang andal dalam memberikan informasi perawatan kesehatan yang masif dengan sangat cepat menggunakan 5G, menyimpan data, dan memprosesnya dengan teknologi AI di cloud.
Pada April 2020, Huawei mencoba memberikan teknologi dalam bentuk CSR, di mana dengan menggunakan teknologi ini dapat mendeteksi seseorang apakah sudah terinfeksi Covid-19 atau tidak melalu hasil CT-Scan paru-parunya.
“Kita ketahui pada April 2020 PCR itu bukan sesuatu yang mudah didapat, sementara kalo sudah PCR itu menunggu hasilnya lama, bisa seminggu. Namun dengan adanya tekonologi AI ini jadi rumah sakit bisa menggunakannya dan pasien bisa langsung CT-Scan sehingga dokter bisa langsung menganalisa dan dari sistem yang kami implementasikan bisa langsung ketahuan seseorang terinfeksi virus Covid-19 atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, hasil CT-Scan sangat akurat dan hasilnya hanya dalam hitungan menit saja. Huawei telah mengimplementasikan teknologi ini untuk salah satu rumah sakit di Indonesia, yaitu Pertamedika.

Business Development Director Huawei Cloud Indonesia Usman Niandinata. (Foto: Okezone)
Diutarakan Usman lebih lanjut, penanganan pemerintah China di Wuhan sangat cepat dalam membangun rumah sakit hanya beberapa minggu saja. Padahal membangun rumah sakit tak hanya membangun gedung secara fisik, tetapi juga menghadirkan perangkat-perangkat kesehatan di dalamnya.
Di sinilah teknologi 5G + Cloud + AI memainkan perannya. Ketiga teknologi tersebut menyiapkan semua koneksi, menyediakan konektivitas sistem yang andal dalam memberikan informasi perawatan kesehatan yang masif dengan sangat cepat menggunakan 5G, menyimpan data, dan memprosesnya dengan teknologi AI di cloud.
Pada April 2020, Huawei mencoba memberikan teknologi dalam bentuk CSR, di mana dengan menggunakan teknologi ini dapat mendeteksi seseorang apakah sudah terinfeksi Covid-19 atau tidak melalu hasil CT-Scan paru-parunya.
“Kita ketahui pada April 2020 PCR itu bukan sesuatu yang mudah didapat, sementara kalo sudah PCR itu menunggu hasilnya lama, bisa seminggu. Namun dengan adanya tekonologi AI ini jadi rumah sakit bisa menggunakannya dan pasien bisa langsung CT-Scan sehingga dokter bisa langsung menganalisa dan dari sistem yang kami implementasikan bisa langsung ketahuan seseorang terinfeksi virus Covid-19 atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, hasil CT-Scan sangat akurat dan hasilnya hanya dalam hitungan menit saja. Huawei telah mengimplementasikan teknologi ini untuk salah satu rumah sakit di Indonesia, yaitu Pertamedika.
Lihat Juga :