Studi Ungkap Medsos Malah Cenderung Membuat Orang Sering Marah-marah
Selasa, 17 Agustus 2021 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Agar sebuah tweet memenuhi syarat sebagai menunjukkan kemarahan moral, tweet itu harus memenuhi tiga kriteria: 1. harus merupakan tanggapan terhadap pelanggaran moral pribadi yang dirasakan; 2. harus menunjukkan perasaan seperti marah, jijik, atau jijik; dan 3. harus mencakup semacam kesalahan atau permintaan pertanggungjawaban.
Para peneliti menemukan bahwa mendapatkan lebih banyak like dan retweet membuat orang lebih cenderung memposting lebih banyak kemarahan moral di postingan mereka selanjutnya. Dua eksperimen terkontrol lebih lanjut dengan 240 peserta mendukung temuan ini, dan juga menunjukkan bahwa pengguna cenderung mengikuti 'norma' jaringan tempat mereka menjadi bagian dalam hal apa yang diungkapkan.
BACA JUGA: Mobil Listrik Jepang di Rusia Lebih Murah dafri Harga Lada, Kok Bisa?
"Studi kami menemukan bahwa orang-orang dengan teman dan pengikut politik moderat lebih sensitif terhadap umpan balik sosial yang memperkuat ekspresi kemarahan mereka," kata psikolog Molly Crockett dari Yale University.
Selama beberapa tahun telah dilaukan penelitian terhadap efek luas seperti Facebook, Twitter, dan Instagram terhadap masyarakat. Mereka dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, sebagian karena tekanan untuk terus-menerus membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Para peneliti menemukan bahwa mendapatkan lebih banyak like dan retweet membuat orang lebih cenderung memposting lebih banyak kemarahan moral di postingan mereka selanjutnya. Dua eksperimen terkontrol lebih lanjut dengan 240 peserta mendukung temuan ini, dan juga menunjukkan bahwa pengguna cenderung mengikuti 'norma' jaringan tempat mereka menjadi bagian dalam hal apa yang diungkapkan.
BACA JUGA: Mobil Listrik Jepang di Rusia Lebih Murah dafri Harga Lada, Kok Bisa?
"Studi kami menemukan bahwa orang-orang dengan teman dan pengikut politik moderat lebih sensitif terhadap umpan balik sosial yang memperkuat ekspresi kemarahan mereka," kata psikolog Molly Crockett dari Yale University.
Selama beberapa tahun telah dilaukan penelitian terhadap efek luas seperti Facebook, Twitter, dan Instagram terhadap masyarakat. Mereka dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan mental, sebagian karena tekanan untuk terus-menerus membandingkan hidup kita dengan orang lain.
(ysw)
Lihat Juga :