Sampel Batu Pertama dari Perseverance Hilang di Mars, Ada yang Pindahkan?

Selasa, 10 Agustus 2021 - 07:04 WIB
loading...
Sampel Batu Pertama...
Para insinyur NASA sedang mencari tahu apa yang salah ketika penjelajah Perseverance mereka tiba-tiba kehilangan batuan Mars yang akan dikirim ke Bumi. Foto/NASA/JPL-Caltech
A A A
CALIFORNIA - Para insinyur NASA sedang mencari tahu apa yang salah ketika penjelajah Perseverance mereka tiba-tiba kehilangan batuan Mars yang akan dikirim ke Bumi.

Karena mekanisme robot tampaknya bekerja dengan sempurna tetapi ketika tabung logam yang diharapkan untuk menampung sampel diperiksa, ternyata kosong. Lebih banyak gambar dan telemetri ditarik dari Mars harus memecahkan teka-teki.

BACA: Gawat, Asteroid Sebesar Stadion Sepakbola Melesat Menuju Orbit Bumi

"Peerkiraan kami, bahwa tabung kosong lebih karena target batu tidak bereaksi seperti yang kami harapkan selama coring, dan kemungkinan kecil masalah perangkat keras dengan sistem pengambilan sampel dan caching," kata Jennifer Trosper, manajer proyek untuk Perseverance di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California seperti dikutip BBC News, Selasa (10/8/2021).

Selama beberapa hari ke depan, tim NASA akan menganalisis data yang dimiliki untuk memperoleh beberapa data diagnostik tambahan untuk mendukung pemahaman penyebab tabung tersebut kosong.

Seperti diketahui, Perseverance memiliki sistem pengeboran dan coring di ujung lengan robotnya yang panjangnya dua meter. Ini mampu memotong dan mengambil sampel batu seukuran jari.

Kemudian sampel batu diteruskan ke unit pemrosesan di dalam perut rover yang mengemas dan menyegelnya dalam silinder titanium.

BACA JUGA: Ngeri, Begini Kondisi Paru-paru Pasien Covid-19 yang Sudah dan Belum Divaksin

Tapi sebelum penyegelan, kamera dan probe digunakan untuk mengetahui jumlah material yang ditemukan. Ketika ini dilakukan untuk upaya coring hari Jumat, ternyata sampel itu hilang.

Thomas Zurbuchen, direktur sains NASA , mengatakan dia yakin para insinyur akan segera mencari tahu mengapa sampel itu hilang. "Kami akan bertahan menuju solusi untuk memastikan kesuksesan di masa depan," tambahnya.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
NASA Dikaitkan dengan...
NASA Dikaitkan dengan Rumor Gravitasi Bumi Akan Hilang Tahun Ini
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Sahabat Miliarder Elon...
Sahabat Miliarder Elon Musk Mengambil Alih NASA, Janjikan Ini
Rekomendasi
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved